Menkeu di Thailand, Satu Agenda Rakor Batal

Menkeu di Thailand, Satu Agenda Rakor Batal

- detikFinance
Minggu, 25 Okt 2009 13:37 WIB
Menkeu di Thailand, Satu Agenda Rakor Batal
Jakarta - Salah satu agenda dalam rapat koordinasi Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II yang dilaksanakan di Istana Wakil Presiden (Wapres) batal digelar. Pembatalan tersebut lantaran Menteri Keuangan Sri Mulyani saat ini tengah mendampingi Presiden SBY, untuk mengikuti KTT ke-15 ASEAN di Thailand


Kepala Biro Media Massa (Setwapres) Isbudi Santoso menjelaskan, selain membahas mengenai program kerja 100 hari dan program lima tahunanΒ  KIB jilid II, awalnya juga akan disampaikan mengenai penjelasan pelaksanaan Anggaran Penerimaan Belanja Negara (APBN) 2009 dan Rencana APBN 2010 oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Namun karena Menkeu berhalangan hadir dan tidak ada pengganti Menkeu yang akan memaparkan hal tersebut, maka agenda tersebut dibatalkan. Sementara dua agenda lainnya tetap dilaksanakan," jelas Isbudi kepada wartawan di Istana Wakil Presiden (Wapres), Jakarta, Minggu (25/10/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan pantauan detikFinance, 32 Menteri dan pejabat setingkat menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II tampak hadir di Istana Wapres. Rakor yang dipimpin langsung oleh Wakil Presiden RI Boediono tersebut baru saja dimulai 10 menit lalu.

Untuk diketahui, absennya Sri Mulyani dalam rapat tersebut dikarenakan ia harus mendampingi Presiden SBY untuk mengikuti KTT ke-15 ASEAN di Thailand. Selain Sri Mulyani, terdapat empat menteri KIB lainnya yang turut mendampingi Presiden. Keempat menteri tersebut, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu,Β  Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Pertanian Suswono, dan Menbudpar Jero Wacik.

Dalam rombongan Presiden, terlihat juga Kepala Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terpilih, Gita Wirjawan.

Rencananya Presiden juga akan mengikuti sejumlah kegiatan. Antara lain KTT ASEAN+3 ke-12, KTT ASEAN dengan India ke-7, dan East Asia Summit ke-4. Setelah itu, akan juga dilakukan pertemuan bilateral dengan perdana menteri Jepang dan India. (epi/nrl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads