Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pemerintah akan berusaha merespon setiap hambatan-hambatan yang dialami pengusaha di Indonesia dalam menjalankan usahanya.
"Kita semua menyadari bahwa program pembangunan 5 tahun ke depan sukses, kita ingin masyarakat ikut serta di dalamnya ini adalah pembangunan kita semua sehingga ownership kita perluas, sehingga problematik yang dihadapi stakeholder diangkat di situ," tuturnya ketika ditemui di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Senin (26/10/2009).
Dalam kesempatan tersebut, Hatta mengungkapkan 2 problematik yang menjadi hambatan pelaku usaha di Indonesia, yang eprtama adalah infrastruktur dan kedua adalah sulitnya akses pembiayaan pelaku usaha UKM di Indonesia.
"Infrastruktur kita tidak jalan, apa masalahnya, misalnya sulitnya akuisisi lahan akan kita selesaikan, masalah pembiayaan masalah PPP (Public Private Partnership ) tidak cukup dengan Perpres No.67, perlu diperkuat lagi sehingga ada kepastian," katanya.
Sementara untuk UKM, dikatakan Hatta, sulitnya akses pembiayaan UKM kepada perbankan menjadi perhatian penuh Presiden.
"Jadi Presiden di dalam menyampaikan kepada kami dan Menkeu agar betul-betul masyarakat di usaha kecil mikro mendapat akses cukup mendapatkan modal mikro. Nah itu diusahakan tidak hanya dari dana pemerintah atau APBN, jadi bagaimana dana bank-bank swasta ikut terlibat, karena kita yakini bisa menekan angka kemiskinan dan membuka lapangan kerja di usaha kecil mikro, makanya dalam summit, UMKM jadi satu topik tersendiri," paparnya.
(dnl/qom)










































