Kejar Program 100 Hari, Para Menteri Ekonomi Mulai Kecapekan

Kejar Program 100 Hari, Para Menteri Ekonomi Mulai Kecapekan

- detikFinance
Senin, 26 Okt 2009 16:38 WIB
Kejar Program 100 Hari, Para Menteri Ekonomi Mulai Kecapekan
Jakarta - Seakan tidak mendapatkan kesempatan untuk berbulan madu, para menteri termasuk menteri-menteri ekonomi langsung tancap gas mengejar target. Menteri-menteri ekonomi diberi batas waktu hingga besok (27/10/2009) untuk melaporkan program-program 100 harinya kepada Menko Perekonomian.

Sejak dilantik tanggal 22 Oktober 2009 lalu, para menteri keesokan harinya langsung melakukan rapat koordinasi, kemudian tak tanggung-tanggung pada akhir pekan Sabtu dan Minggu rapat dengan Wapres pun dilaksanakan.

Walhasil sebagian menteri mengaku sedikit kecapean dengan ritme kerja yang padat tersebut. Terutama bagi menteri-menteri baru yang sebelumnya belum menjabat sebagai menteri.

Menteri Perindustrian MS Hidayat dengan lepas mengatakan saat ini ia sedang menyusun program 100 hari departemen perindustrian. Hari ini ia setidaknya telah melakukan rapat pimpinan di tingkat eselon II dan eselon I untuk menyusun program 100 hari dengan sebelumnya telah melakukan rakor pada akhir pekan.

"Karena ini mendesak. Selama 2 minggu, ini tanggal 29-30 Oktober menghadapi national summit , saya dari perindustrian harus melapor ke menko dan wapres program 100 hari diusulkan apa saja," katanya saat ditemui usai rapim di Depperin, Senin (26/10/2009).

Ia menjelaskan dalam pembahasan rapim hari ini dibahas beberapa masalah dalam menyusun rencana program Departemen Perindustrian untuk jangka waktu 5 tahun dan 100 hari ke depan.

"Selasa besok saya harus lapor ke Menko, perindustrian programnya seperti apa 100 hari," katanya.

Dikatakannya pihaknya juga sedang menginventarisir industri apa saja kinerjanya yang harus diperbaiki termasuk dari sisi regulasi dan pengembangan, seperti industri padat karya, industri yang berbasis komponen dalam negeri, industri yang  menghasilkan ekspor dan lain-lain.

"Ternyata capek yah," katanya spontan sambil tersenyum di sela-sela menjawab pertanyaan wartawan.

Pada hari ini juga  Menneg BUMN Mustafa Abubakar sempat mengatakan jadwalnya sebagai menteri sangat padat dengan kecepatan akselarasi yang tinggi.

Sehingga mau tidak mau ia harus menyesuaikan kondisi tersebut dari tugas sebelumnya sebagai petinggi Dirut Bulog yang lebih longgar.

"Sekarang kecepatan larinya sangat tinggi. Mudah-mudahan kita bisa mengimbangi," kata Mustafa.
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads