"Salah satu kesan dari pengunjung ternyata bahwa sebagian besar mereka tidak mengetahui Indonesia salah satu penghasil kakao terbesar di dunia. Selama ini mereka hanya tahu bahan baku coklat ini berasal dari Amerika Latin atau Afrika," terang Atase Pertanian KBRI Roma Dr. Erizal Sodikin kepada detikfinance malam ini atau Selasa (27/10/2009) waktu Jakarta.
Menurut Erizal, setelah dijelaskan bahwa Indonesia bahkan menjadi penghasil kakao terbesar ketiga di dunia, banyak yang surprised tentang hal ini. "Sehingga meningkatkan keingintahuan mereka dengan menanyakan banyak hal termasuk meminta brosur yang disediakan di paviliun," ujar Erizal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai negara tamu utama dalam pameran Eurochocolate 2009 ini, Indonesia diuntungkan dengan publikasi luas mengingat coverage berita dari Eurochocolate mencakup seluruh Eropa, khususnya di Italia dengan jumlah pengunjung selama pameran mencapai 1 juta orang.
"Naiknya popularitas ini selanjutnya diharapkan akan mendorong keinginan pengguna bahan baku cokelat Italia dan Eropa untuk mengimpor kakao Indonesia," tandas Erizal.
Paviliun Indonesia memikat pengunjung dengan tampilan biji kakao segar yang kulitnya dibuka, sehingga pengunjung dapat melihat dan meraba isi kakao secara langsung. Selain itu juga bibit tanaman kakao di dalam botol yang diperbanyak secara kultur jaringan merupakan daya tarik tersendiri.
Produk jadi juga dijual langsung dengan kreasi khas Indonesia, antara lain cokelat figur wayang yang merupakan produk dari Dyarra Chocolate ’n Cookies Jogjakarta. Ada juga produk cokelat dari Monggo, Dulibon, Ceres dan PT. Bumi Tangerang.
Perusahaan negara-negara lain ada yang menampilkan produk cokelat dengan kreasi bentuk batere, laptop, penggaris, dan boneka.
(es/es)










































