"Presiden menghendaki agar dilakukan dialog dan pembahasan dengan seluruh pihak pemangku kepantingan (stakeholder) bangsa ini. Melalui pembahasan ini, diharapkan pemerintah dapat memperoleh saran dan masukan yang lebih konkrit untuk memantapkan program kerja yang akan ditempuh," katanya di kantornya, Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (28/10/2009).
Menurutnya, pembahasan dalam Nasional Summit nanti tidak hanya mencakup bidang ekonomi, tetapi juga Kesra dan Polhukan, yang semuanya masih terkait dengan dunia usaha nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada acara ini, para peserta yang hadir akan dibagi dalam 3 bidang yang terdiri dari komisi-komisi. Bidang pertama adalah bidang perekonomian yang terdiri dari 6 komisi, yaitu pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, ketahanan energi, pengembangan UMKM, revitalisasi industri dan jasa, dan pembangunan transportasi.
Bidang kedua adalah kesejahteraan rakyat yang terdiri dari 6 komisi pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, perluasan pelayanan kesehatan, reformasi pendidikan, mitigasi perubahan iklim, agama dan pembangunan.
Ketiga bidang politik, hukum, dan keamanan yang terdiri dari 5 komisi, yaitu efektivitas pembangunan daerah, pelayanan publik dan reformasi birokrasi, pencegahan dan pemberantasan korupsi, reformasi hukum dan perlindungan HAM, modernisasai sarana pertahanan dan sumber daya, pencegahan dan pemberantasan teroris.
(nia/ang)











































