"Over kuotanya diperkirakan antara 3-5 persen," ujar Kepala BPH Migas Tubagus Haryono usai menghadiri perayaan hari ulang tahun Menteri ESDM, Darwin Saleh di Gedung Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (29/10/2009).
Tubagus menyatakan, over kuota tersebut disebabkan karena permintaan akan BBM bersubdisi terutama konsumsi premium di masyarakat dan juga belum adanya kebijakan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi oleh pemerintah.
"Suplai dan demand-nya tidak seimbang," ungkap Tubagus.
Terkait kemungkinan terjadinya hal tersebut, Tubagus akan berkoordinasi dengan Departemen Keuangan, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Rencananya minggu depan kita akan rapat dengan mereka karena kalau over kuotakan itu berarti melanggar undang-undang," ungkapnya.
Meskipun dari segi kuota akan melebihi apa yang telah ditetapkan di APBN 2009, namun dari sisi dana subsidi (rupiah) masih mencukupi hingga akhir tahun.
"Inikan pernah kejadian, kuota sudah habis tapi rupiah masih ada karena harga minyak duniakan naik turun dan harganya sempat di level bawah," jelasnya.
(epi/dnl)











































