RI Diharap Bisa Memiliki Ekonomi Berbasis Dalam Negeri

RI Diharap Bisa Memiliki Ekonomi Berbasis Dalam Negeri

- detikFinance
Jumat, 02 Apr 2004 13:56 WIB
Jakarta - Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nurwahid berharap Indonesia bisa segera terlepas dari jeratan utang. Karena itu diharapkan ekonomi Indonesia ke depan bisa mengandalkan ekonomi yang berbasis kekuatan dalam negeri dan ekonomi yang berkeadilan.Hidayat mengungkapkan hal itu saat dicegat usai Sholat Jumat di Masjid Kompleks BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (2/4/2004).Menurut Hidayat, dengan mengandalkan diri pada bantuan asing, secara langsung teleh menghilangkan kedaulatan ekonomi Indonesia. Pasalnya, secara nyata pemerintah tiap tahun melalui APBN harus mengeluarkan tidak kurang dari Rp 60 triliun hanya untuk membayar bunga utang. Bahkan, anggaran pendidikan dibawah angka tersebut yakni hanya Rp 17 triliun atau hanya 5 persen dari yang ditargetkan sebelumnya sebesar 20 persen."Mengapa bisa terjadi seperti ini, jelas akibat politik utang. Jadi jika utang bisa dihentikan dan kita mencicil minimal untuk menyelamatkan bunga utang, tentunya yang Rp 60 triliun tadi bisa kita gunakan untuk membuka lapangan kerja dan melakukan aktivitas ekonomi lainnya. Jadi kita berprinsip pada kebijakan ekonomi yang berbasis dalam negeri sehingga kita lebih mandiri," ujarnya.Selain itu, lanjut Hidayat, pihaknya juga berharap bisa menerapkan ekonomi berkeadilan dimana ekonomi Indonesia tidak terjebak pada ekonmi kapitalis atau komunis. Ekonomi kapitalis, menurut Hidayat, selalu menguntungkan pemodal saja. Sementara yang berbasis komunis hanya menguntungkan para pekerja dengan mengabaikan pemodal. Karena itu, nantinya diharapkan pemodal bisa bekerja secara maksimal agar investasinya dihargai demikian juga buruh. Untuk menghilangkan ketergantungan itu, kata Hidayar, perlu dilakukan sejumlah terobosan. Pasalnya utang sendiri tidak bisa benar-benar dihindari. Karena itu dia menyarankan agar orientasi ekonomi beralih ke ekonomi ke negara kawasan eropa, teluk atau asia tenggara sehingga eksploitasi utang dalam bentuk proyek yang mendikte dan tidak ada hubungan dengan kesejahtaraan rakyat bisa dihindari.Menurutnya, ekonomi berbasis kekuatan dalam negeri bisa dilakukan dengan meningkatkan pemanfaatan SDM dan produksi dalam negeri sehingga jika Indonesia diembargo masih tetap bisa hidup. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads