Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Kadin Franciscus Welirang saat ditemui acara national summit di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Jumat (30/10/2009).
"Dalam 100 hari apakah Tanjung Priok berjalan 24 jam selama 7 hari, selama ini kan hanya 6 hari selama 8 jam,"ucap Franky.
Franky mengatakan masalah ini sangat penting, karena layanan logistik sangat menopang gerak ekonomi, terlebih lagi saat ini ekonomi global mulai pulih. Sehingga gejala peningkatan ekspor harus ditopang oleh dukungan layanan pelabuhan termasuk Tanjung Priok.
Selain itu, soal pelabuhan di Indonesia, perlu adanya peningkatan pembangunan pelabuhan ekspor di Indonesia Timur, khususnya dalam menopang kinerja sektor sawit mentah (CPO) yang diperkirakan akan meningkat.
"Harus ada pelabuhan ekspor, karena nantinya produksinya akan besar," katanya.
Mengenai pelaksanaan National Summit , dengan adanya Summit , lanjut dia, maka semua stakeholder termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, LSM, pengusaha bisa duduk bersama-sama bersinergi dalam merealisasikan perbaikan ekonomi.
"Sampai saat ini kami yakin, kami lihat pemerintah serius, kami yakin. Saya anggap Presiden tahu persis, misalnya masalah logistik nasional," katanya.
(hen/dnl)











































