Presiden Komisaris Pelindo II Lambock V Nathan dalam acara seminar Jakarta as Indonesia Hub Port , di Hotel Borobudur, mengatakan status Tanjung Priok yang belum menjadi hub port membuat konsekuensi setiap pengiriman barang ke luar negeri harus transit dulu ke pelabuhan berstatus hub port diantaranya Singapura.
"Selama ini jadwal kapal itu diatur oleh pelabuhan di Singapura, kalau kita sudah hub port , maka kita yang mengatur," jelas Lambock, Senin (2/11/2009).
Lambock menambahkan dengan pengaturan jadwal dari Pelabuhan Singapura tersebut maka dampaknya jadwal pelabuhan di Tanjung Priok sering padat di akhir pekan. Setidaknya sejak Kamis-Sabtu aktivitas Tanjung Priok sangat pada khususnya untuk aktivitas ekspor.
Untuk itu kata dia, perlu upaya banyak pihak untuk terus meningkatkan pelayanan dan infrastruktur di Tanjung Priok demi menopang Tanjung Priok sebagai hub port . Ia mencontohkan para pengelola pelabuhan didorong untuk terus melakukan investasi termasuk untuk terminal Koja dan JICT.
"Tolong juga lakukan investasi di Koja, jangan padat ditempat tertentu yang lain tidak padat. Tolong investasi di Koja di perhatikan," serunya.
Ia juga mengatakan posisi Pelabuhan Tanjung Priok sudah sejak jauh-jauh hari dipersiapkan untuk menjadi pelabuhan moderen. Diantaranya peluncuran National Single Window (NSW), pertama kali di lakukan di Pelabuhan Tanjung.
"Mari kita wujudkan Tanjung Priok sebagai pelabuhan berskala internasional (hub port )," serunya.
(hen/dnl)











































