62 Pelabuhan 'Liar' Insyaf Jadi Pelabuhan Resmi

62 Pelabuhan 'Liar' Insyaf Jadi Pelabuhan Resmi

- detikFinance
Senin, 02 Nov 2009 12:30 WIB
62 Pelabuhan Liar Insyaf Jadi Pelabuhan Resmi
Jakarta - Departemen Perhubungan (Dephub) mencatat hingga akhir Oktober 2009 terdapat 62 pelabuhan laut yang sebelumnya bersifat tak resmi (liar) mendaftarkan diri menjadi pelabuhan resmi ke Dephub.

Dirjen Perhubungan Laut Dephub  Sunaryo mengatakan dari pemetaan Dephub sebelumnya setidaknya ada 40-an pelabuhan tidak resmi, namun faktanya yang mendaftarkan menjadi pelabuhan resmi hingga 62 pelabuhan khususnya yang berada di Indonesia bagian Barat.

"Ada 62 pelabuhan yang sudah daftar sampai Oktober," kata Sunaryo di sela-sela acara seminar soal Jakarta sebagai hub port , di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (2/11/2009).

Mengenai pelabuhan, lanjut dia, saat ini pemerintah akan fokus mengerjakan rencana pengembangan pelabuhan penghubung internasional di Indonesia (hub port ) khususnya untuk Pelabuhan Tanjung Priok.

"Hub port kebutuhan yang tidak bisa dihindari, kalau kita ingin maju di percaturan dunia," katanya.

Ia menjelaskan untuk menentukan hub port banyak kriteria yang harus dipenuhi antara lain, pelabuhan tersebut harus dekat dengan jalur perdagangan internasional, kedalaman laut pelabuhan minimal 14 meter, sedangkan Tanjung Priok saat ini hanya 11 meter, sehingga perlu adanya pengerukan.

"Kalau kapal 200.000 ton kita sudah kewalahan, kedalaman Tanjung Priok hanya 11 meter, jadi hanya kapal di bawah 60.000 ton. Jadi tidak gegabah, harus dikaji benar soal hub port ini," katanya.

Mengenai kapan rencana hub port untuk Tanjung Priok ini bisa terealisasi ia belum tahu pasti. Namun kata dia untuk membangun hub port perlu dukungan semua pihak bukan hanya pemerintah saja.

"Mendirikan hub port kapal itu diyakini keluar masuk dengan aman, termasuk pelayanan agar tidak dipersulit," katanya.

Ia mengatakan investasi  yang diperlukan untuk mewujudkan hub port sangat besar dengan waktu yang cukup lama. Bahkan kata dia, dukungan teknologi dengan adanya investasi tidak cukup karena harus didukung oleh sumber daya manusia.

Sunaryo mengatakan program pembentukan hub port untuk Tanjung Priok, tidak mungkin diselesaikan dalam periode 100 hari program kerja pemerintah. Ia menegaskan pada 100 hari nanti setidaknya cetak biru soal hub port di Indonesia sudah bisa terwujud.

"Kalau 100 hari, bagaimana kalau menterinya diganti dengan Sangkuriang saja? Jadi 100 hari itu lebih pada blue print setidaknya sudah ada," jelasnya berseloroh.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads