"Kawasan regional Asia tahun 2010 akan positif, khususnya untuk Indonesia," ujar Senior Resident Representative, International Monetary Fund (IMF) Milan Zavadjil dalam IMF Asia-Pasific Regional Economic Outlook Developments, Prospect and Risks di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (02/11/2009).
Ia mengatakan, Indonesia merupakan salah satu negara yang dapat keluar dari resesi krisis global. "Terbukti dari PDB pada tahun 2009 sendiri rata-rata sebesar 2% dan nantinya di 2010 akan mencapai sebesar 4 % sampai 4,8 %. Hal ini didukung oleh ekspor yang terus tumbuh di Indonesia," ungkapnya.
Pertumbuhan positif ini, lanjut Milan, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dunia yang sudah mulai bangkit pasca krisis global. "Ekonomi dunia juga akan positif namun akan berjalan sangat lambat," tuturnya.
Milan mengatakan, dalam menjaga pertumbuhan ekonomi di Asia khususnya Indonesia, Pemerintah harus terus meneruskan program stimulus fiskal dan moneter sampai perekonomian kembali pulih. "Selain itu, harus menjaga konsumsi dalam negeri," ungkapnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, sampai dengan akhir tahun 2009, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 4%.
Milan mengatakan, stimulus fiskal dan moneter harus terus digelontorkan dalam masa pemulihan ekonomi dunia. Di samping itu kebijakan finansial juga harus terus dilanjutkan sebagai upaya stabilitasi dalam sistem finansial di seluruh dunia.
"Berdasarkan perspektif ekonomi global, seluruh dunia harus mempertahankan pemberian stimulus termasuk di Indonesia," ujar Milan.
Dikatakan Milan, pasca terjadinya krisis perekonomian dunia masih rentan dan prematur, terbukti dari tiga hal penting yang terjadi."Yakni masih tingginya harga perumahan yang mengakibatkan angka kesejahteraan rakyat terus menurun. Kemudian balance sheet bank yang terus kehilangan banyak modal," tuturnya.
Milan menambahkan, karena modal perbankan yang cenderung menipis maka otomatis bank sangat sulit memberikan kredit. Pertumbuhan kredit di Amerika Serikat dan Eropa, bahkan membukukan pertumbuhan kredit yang negatif.
"Terakhir, pertumbuhan pengangguran yang terus meningkat. Krisis ini mengakibatkan pertumbuhan pengangguran yang cukup tinggi," katanya.
Ketiga hal tersebut, sambung Milan, dapat diantisipasi dengan kebijakan pemerintah, Bank sentral dan stimulus fiskal serta moneter. (dru/dnl)











































