Produksi Padi 2009 Diproyeksi Naik 3,51 juta ton

Produksi Padi 2009 Diproyeksi Naik 3,51 juta ton

- detikFinance
Senin, 02 Nov 2009 15:11 WIB
Produksi Padi 2009 Diproyeksi Naik 3,51 juta ton
Jakarta - Berdasarkan angka ramalan III (Aram III) yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi tahun 2009 diperkirakan sebesar 63,84 juta ton atau meningkat 3,51 juta ton (5,83%) dibanding produksi tahun 2008.

Demikian disampaikan oleh Kepala BPS Rusman Heriawan dalam jumpa pers di kantornya, Jalan DR Sutomo, Jakarta, Senin (2/11/2009).

"Kenaikan produksi diperkirakan terjadi karena peningkatan luas panen seluas 515,31 ribu hektar (4,18%) dan produktivitas sebesar 0,77 kuintal/hektar (1,57%)," jelasnya.

Perkiraan kenaikan produksi padi tahun 2009 yang relatif besar terjadi di Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Lampung, dan Sulawesi Selatan. Sedangkan penurunan produksi diperkirakan terjadi antara lain di Provinsi Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah.

Kemudian, BPS juga memperkirakan produksi jagung tahun 2009 mencapai 17,66 juta ton pipilan kering, meningkat 1,34 juta ton (8,22%) dibandingkan 2008. Kenaikan produksi diperkirakan terjadi karena peningkatan luas panen seluas 192,42 ribu hektar (4,81%) dan produktivitas sebesar 1,32 kuintal/hektar (3,24%).

Perkiraan kenaikan produksi jagung tahun 2009 yang relatif besar terjadi di Provinsi Jawa Tengah, Lampung, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat. Sementara penurunan produksi diperkirakan terjadi antara lain di Provinsi Gorontalo, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Barat, dan Bengkulu.

Kemudian BPS memperkirakan produksi kedelai tahun 2009 mencapai 966,47 ribu ton biji kering atau naik 190,76 ribu ton (24,59%) dibanding 2008. Kenaikan produksi tahun 2009 diperkirakan terjadi karena naiknya luas panen seluas 137,24 ribu hektar (23,22%) dan produktivitas sebesar 0,14 kuintal/hektar (1,07%).

Perkiraan kenaikan produksi kedelai tahun 2009 yang relatif besar terjadi di Provinsi Jawa Timur, Nanggroe Aceh Darussalam, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Banten, dan Lampung. Sementara penurunan produksi diperkirakan terjadi antara lain di Provinsi Maluku Utara dan Papua Barat. (dnl/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads