Bea Cukai Tolak Monopoli di Dry Port

Bea Cukai Tolak Monopoli di Dry Port

- detikFinance
Senin, 02 Nov 2009 16:30 WIB
Bea Cukai Tolak Monopoli di Dry Port
Jakarta - Direktorat Jenderal Bea Cukai  mendukung rencana pembentukan beberapa lokasi dry port (pelabuhan darat) sebagai alternatif pelabuhan laut. Namun Bea cukai menggaris bawahi pelaksanaan operator pelabuhan darat tidak boleh dilakukan secara monopoli.

Hal ini disampaikan oleh Dirjen Bea Cukai Anwar Suprijadi saat ditemui di Hotel Borobudur, Senin (2/11/2009).

"Kawasan industri bisa (untuk dry port), seperti Jababeka, Marunda, Bekasi bisa saja, yang penting tidak ada monopoli.  Silahkan saja asal jangan monopoli," tegasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan meski saat ini belum ada tanda-tanda tersebut, Anwar mengharapkan masalah monopoli tersebut tidak akan terjadi.  Dikatakannya bagi pengembang dry port bisa bekerjasama dengan berbagai pihak seperti Bea Cukai, perusahaan pelayaran dan lain-lain dalam mendukung pengembangan dry port.

Salah satu pengembangan dry port adalah PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), rencananya perusahaan berbasis properti itu akan membangun dry port seluas 200 hektar dengan menelan dana Rp 20 triliun. Untuk tahap awal Jababeka membangun kurang lebih 10 hektar dengan dana Rp 200 miliar.

Dry port merupakan konsep pelabuhan yang layaknya pelabuhan laut namun lokasinya berada di daratan. Tujuan dari dry port lebih pada mengedepankan aspek efisiensi, dimana produk-produk ekspor yang berada di suatu kawasan industri  tertentu bisa langsung diproses di dry port terdekat tanpa melalui proses di pelabuhan konvensional (laut).

(hen/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads