Hal ini disampaikan oleh Dirjen Bea Cukai Anwar Suprijadi saat ditemui di Hotel Borobudur, Senin (2/11/2009).
"Kawasan industri bisa (untuk dry port), seperti Jababeka, Marunda, Bekasi bisa saja, yang penting tidak ada monopoli. Silahkan saja asal jangan monopoli," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu pengembangan dry port adalah PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), rencananya perusahaan berbasis properti itu akan membangun dry port seluas 200 hektar dengan menelan dana Rp 20 triliun. Untuk tahap awal Jababeka membangun kurang lebih 10 hektar dengan dana Rp 200 miliar.
Dry port merupakan konsep pelabuhan yang layaknya pelabuhan laut namun lokasinya berada di daratan. Tujuan dari dry port lebih pada mengedepankan aspek efisiensi, dimana produk-produk ekspor yang berada di suatu kawasan industri tertentu bisa langsung diproses di dry port terdekat tanpa melalui proses di pelabuhan konvensional (laut).
(hen/dro)











































