Menurut Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, ekspor baru akan tumbuh positif, walau angkanya kecil, sekitar 5 persen, di awal tahun 2010.
"Sudah turun dari awal tahun kita proyeksikan minus 30 persen. Kita harapkan sampai akhir tahun yoy-nya sekitar minus 20 persen dan non migas minus 15 persen," ujarnya usai acara Stakeholder Gathering di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (2/11/2009).
Menurutnya, posisi ekspor Indonesia saat ini total ekspor minus 25 persen sedangkan non migas minus 18 persen. Awal tahun depan nanti, eskpor diperkirakan tumbuh positif sebesar 5 persen.
Pertumbuhan ekspor tersebut antara lain disumbang oleh adanya pemulihan global yang berangsur membaik serta beberapa proyek infrastruktur luar negeri yang mulai berjalan.
"Ternyata mulai ada tanda-tanda pemulihan di pertengahan tahun, jadi krisis global yang dikhawatirkan ternyata lebih cepat pulih, terutama di Asia," ungkapnya.
Ia menambahkan, beberapa sektor industri yang diperkirakan bakal meningkat eskpornya antara lain industri tekstil dan alas kaki. Indonesia juga masih mengandalkan ekspor ke beberapa negara di Asia tahun depan.
"Tapi tetap, pasar seperti Amerika, Jepang, Eropa itu pasar yang besar. Ada pemulihannya, kelihatan kok, tapi belum terlalu stabil," imbuhnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin mencatat ekspor Indonesia periode Januari-September 2009 mencapai US$ 80,13 miliar atau turun 25,57% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2008. Sementara ekspor nonmigas mencapai US$ 68,11 miliar atau menurun 18,21 persen.
(ang/qom)











































