"Perpres untuk 10.000 MW tahap kedua, kemungkinan akan terbit awal tahun depan," kata Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi, J Purwono di Gedung Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (3/11/2009).
Purwono menjelaskan, saat ini draft Perpres tersebut sudah dimasukan ke Kantor Menko Perekonomian. Setelah Perpres tersebut diterbitkan, maka tender proyek listrik 10.000 MW tahap kedua bisa mulai dilakukan.
"Tapi hingga saat ini, kami belum memastikan berapa persen proyek yang akan dikerjakan PLN dan berapa persen yang dikembangkan swasta," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total kapasitas tersebut akan menambah pasokan sebesar 3.079 MW di pulau Sumatera, 5.725 MW di pulau Jawa Madura dan Bali, 110 MW di pulau NTB, 61 MW di pulau NTT, 826 MW di pulau Kalimantan, 563 MW di pulau Sulawesi, 69 MW di pulau Maluku, dan 114 MW di Pulau Papua.
(epi/qom)











































