Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Krakatau Steel Fazwar Bujang saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (3/11/2009).
Fazwar menjelaskan proses joint venture pembangunan pabrik akan dilakukan dua tahap yaitu tahap pertama akan dilakukan pada tahun depan dengan kapasitas produksi 2,5 juta ton dalam bentuk slab .
Dari hasil produksi tersebut akan diolah sebanyak 1,5 juta ton menjadi plate tebal, sedangkan 1 juta ton dalam bentuk slab akan masuk menjadi bagian kapasitas produksi KS.
"Sehingga kapasitas KS naik dari 2,5 juta ton menjadi 3,5 juta ton," katanya.
Sedangkan untuk tahap kedua akan dimulai pada tahun 2012 dengan memproduksi baja canai panas (HRC) berkapasitas 2,5 juta ton, yang rencannya hasil produksinya akan diekspor dan sebagian untuk pasar dalam negeri.
"Untuk bahan baku cooking coal mudah-mudahan secara bertahap mencapai maksimal meningkat dari dalam negeri. Sebagian masih diimport dari Australia bergantung kepada kesiapan tambangnya begitu pula bijih besinya, karena KS tidak masuk ke wilayah bisnis pertambangan," jelas Fazwar.
Dikatakan Fazwar dalam joint venture ini, komposisi kepemilikan saham KS maksimal 45% dan minimum 30%, sedangkan untuk Posco mencapai 55% sampai 70%, sangat tergantung dengan kondisi yang berkembang.
"Sumber pendanaan KS akan dari pinjaman, equity kita dan inkind (lahan)," katanya.
Ia mengatakan langkah joint venture erat kaitannya dengan langkah Initial Public Offering (IPO) KS pada pertengahan tahun 2010 nanti. "IPO pertengahan tahun depan, Insya Allah dari 20-30%," katanya.
(hen/dnl)










































