Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi J Purwono di Gedung Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, jakarta, Rabu (4/11/2009).
"Setelah kejadian Cawang, kita sudah minta agar PLN melakukan pengecekan terhadap semua fasilitas-fasilitas listriknya," ujar Purwono.
Menurut Purwono, evaluasi tersebut dilakukan agar pemeliharaan fasilitas listrik lebih ketat. Audit tersebut mulai dilakukan PLN sejak akhir September lalu hingga enam bulan ke depan.
"Evaluasi semua peralatan terutama yang obyek vital nasional (obvitnas). PLN-kan punya 8 obvitnas," ungkapnya.
Purwono menambahkan, PLN tidak sendirian dalam melakukan audit tersebut, namun ia mendapatkan bantuan dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
"Khusus untuk Gardu Induk Cawang hasil investigasi akan dipaparkan besok," ungkapnya.
Purwono menjelaskan, kerusakan fasilitas listrik PLN rata-rata disebabkan oleh trafo yang kelebihan beban.
"Beban trafo tersebut sudah diatas 90 persen padahal setiap trafo tersebut harusnya 80 persen. Beban yang tinggi inikan menyebabkan trafo aus," ungkapnya.
(epi/dnl)











































