Antam Segera Bertemu Pemda NTB Bahas Divestasi Newmont

Antam Segera Bertemu Pemda NTB Bahas Divestasi Newmont

- detikFinance
Kamis, 05 Nov 2009 13:30 WIB
Antam Segera Bertemu Pemda NTB Bahas Divestasi Newmont
Jakarta - PT Aneka Tambang (ANTM) Tbk akan bertemu dengan Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) pada minggu depan guna membahas soal divestasi 14 persen saham PT Newmont Nusa Tenggara (NTT).

"Mungkin minggu depan kami akan bertemu Pemda NTB," ujar Direktur Utama ANTM, Alwinsyah Loebis di Gedung Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (5/11/2009).

Namun Alwin mengaku hingga saat ini pihaknya masih belum menerima surat resmi mengenai penunjukan BUMN tambang tersebut sebagai wakil pemerintah pusat dalam proses divestasi tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Surat resminya kan belum kita dapat," jelas Alwin.

Alwin menjelaskan setelah ia memperoleh kepastian dari pemerintah mengenai hal tersebut maka pihaknya akan mulai melakukan perhitungan mengenai pendanaan untuk pembayaran dan juga pembagian porsi saham dalam proses divestasi 14Β  persen saham tersebut da

"Nanti kalau kita sudah dapat, nah langsung kita hitung-hitung," ungkapnya.

Untuk proses divestasi tersebut, Alwin menyatakan, perseroan tetap akan menggandeng PT Bukit Asam

"Ya, sementara itu (PTBA) dulu lah," ungkapnya.

Sementara itu, Dirjen MinerbapabumΒ  Bambang Setiawan menyatakan pemerintah memang tidak mengirimkan surat resmi kepada siapapun yang akan ditunjuk pemerintah dalam proses divestasi 14 persen saham Newmont tersebut.

"Memang tidak ada surat-suratan. Saya kan berhubungannya sama Menneg BUMN, Menteri Keuangan, Menko Perekonomian. Kalau Menneg BUMN nantinya bawa ANTM, ya silakan saja," paparnya.

Bambang menyatakan, hingga kini porsi pembagian saham antara Pemda NTB dan Antam masih belum jelas. Namun Bambang optimistis seluruh proses divestasi Newmont mulai tahun 2006 hingga 2009 sebesar 24 persen bisa selesai pada tanggal 12 November 2009.

"12 November itu batas semuanya. Mulai tahun 2006 hingga 2009," tandasnya

(epi/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads