SBY Bangkitkan Kembali Industri Pertahanan

SBY Bangkitkan Kembali Industri Pertahanan

- detikFinance
Kamis, 05 Nov 2009 16:43 WIB
SBY Bangkitkan Kembali Industri Pertahanan
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bakal membangkitkan kembali industri pertahanan yang sempat lesu saat krisis kemarin melalui program revitalisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor industri pertahanan. Rencana itu tertuang dalam program 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II.

"Kita akan revitalisasi industri pertahanan yang memprodksi perlengkapan militer dan kepolisian, seperti PT Pal di Surabaya, Pindad di Bandung, dan PTDI di Bandung," katanya dalam pembacaan proram 100 hari di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/11/2009).

Menurutnya, pada saat krisis ekonomi beberapa waktu yang lalu, industri pertahanan dalam negeri sempat lesu, karena terkena beberapa persoalan serius. Padahal, menurut SBY, industri pertahanan dalam negeri merupakan industri yang sudah dikembangkan sejak lama serta memiliki teknologi dan sumber daya manusia yang tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lima tahun lalu. APBN kita belum mampu biayai banyak hal. Lima tahun ke depan, kita akan beri dana revitalisasi industri pertahanan," jelasnya.

SBY menambahkan, rencana revitalisasi itu harus segera dipetakan atau dibuat roadmap-nya bagian mana saja yang perlu dibenahi, sekaligus produk yang akan diproduksi.

"Kita aka penuhi produk yang dibutuhkan dalam negeri dan luar negeri, terhadap kontrak yang saat ini sedang berjalan," ujarnya.

Selain mengandalkan APBN, pemerintah juga akan mencari pendanaan lain jika memang diperlukan, salah satunya melalui fasilitas yang diberikan oleh perbankan.

"Yang jelas kita harus daya gunakan industri ini dengan baik, kalau tidak kita akan merugi," ungkapnya.
(ang/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads