"Kita akan revitalisasi industri pertahanan yang memprodksi perlengkapan militer dan kepolisian, seperti PT Pal di Surabaya, Pindad di Bandung, dan PTDI di Bandung," katanya dalam pembacaan proram 100 hari di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/11/2009).
Menurutnya, pada saat krisis ekonomi beberapa waktu yang lalu, industri pertahanan dalam negeri sempat lesu, karena terkena beberapa persoalan serius. Padahal, menurut SBY, industri pertahanan dalam negeri merupakan industri yang sudah dikembangkan sejak lama serta memiliki teknologi dan sumber daya manusia yang tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SBY menambahkan, rencana revitalisasi itu harus segera dipetakan atau dibuat roadmap-nya bagian mana saja yang perlu dibenahi, sekaligus produk yang akan diproduksi.
"Kita aka penuhi produk yang dibutuhkan dalam negeri dan luar negeri, terhadap kontrak yang saat ini sedang berjalan," ujarnya.
Selain mengandalkan APBN, pemerintah juga akan mencari pendanaan lain jika memang diperlukan, salah satunya melalui fasilitas yang diberikan oleh perbankan.
"Yang jelas kita harus daya gunakan industri ini dengan baik, kalau tidak kita akan merugi," ungkapnya.
(ang/qom)











































