"Untuk satu trafo plus semua peralatan lengkap ordernya sekitar Rp 200 miliar," ujar General Manager PLN Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Jawa-Bali Nur Pamudji, di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (5/11/2009).
Nur Pamudji menjelaskan penambahan trafo di GITET Gandul diperkirakan akan selesai pada tahun 2010. Pendanaan trafo tersebut berasal dari kas internal perseroan. Rencananya trafo akan didatangkan dari Asea Brown Boveri (ABB) perusahaan asal Swiss atau Hyundai Korea asal Selatan.
"Dalam bulan-bulan ini nanti akan diputuskan kita pakai trafo yang mana,"Β jelasnya.
Sementara untuk penambahan trafo di GITET Balajara akan selesai pada pertengahan tahun 2011. Trafo tersebut akan dipesan BUMN listrik tersebut dari perusahaan asal Perancis bernama Areva.
"Minggu depan akan ditandatangani," ungkapnya.
Selain itu untuk dua GITET lainnya yaitu Kembangan dan Bekasi, PLN akan membuka tender penambahan satu trafo di masing-masing GITET tersebut.
"Sebentar lagi kami akan buka tender trafo untuk Kembangan dan Bekasi. Dananya berasal dari kas internal perseroan," tandasnya.
(epi/dnl)











































