"Dibidang industri saya mendapatkan tugas membangun dan merevitalisasi pabrik pupuk. Kalau pabrik gula saya sudah koordinasi dengan Menkeu, akan disiapkan revitalisasi mesin-mesin, anggarannya Rp 1 triliun untuk tahun depan," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat saat ditemui di Istana Negara, Kamis (5/11/2009).
Khusus untuk revitalisasi pabrik pupuk, dikatakan Hidayat akan dilakukan secara mandiri oleh para pabrik pupuk milik negara BUMN. Namun selama ini terkendala oleh pasokan gas. Ia juga akan melakukan koordinasi dengan banyak pihak termasuk akan bertemu dengan Menneg BUMN dan Kepala BP Migas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain merevitalisasi sektor pabrik gula dan pupuk, dikatakan Hidayat, sebagai menperin ia mendapat tugas dari presiden untuk membentuk master plan untuk membuka tiga koridor kawasan ekonomi khusus (KEK).
"Adalah tugas saya mengupayakan suatu master plan untuk pembukaan koridor KEK, di timur Sumatera, Kalimantan dan Pantura di Karawang," katanya.
Dikatakannya, ia sudah menyiapkan daftar pengembangan KEK di tiga lokasi tersebut. Diantaranya untuk KEK kawasan timur Indonesia akan dikembangkan sektor industri kelapa sawit, KEK Pantura akan dikembangkan industri berat manufaktur.
(hen/ang)










































