"Dengan alokasi Rp 2 triliun tahun depan, dengan gearing ratio 10 kali maka alokasi KUR total per tahun Rp 20 triliun, jadi selama 5 tahun Rp 100 triliun," kata Agung Laksono saat ditemui Istana Negara, Kamis (5/11/2009).
Dikatakannya anggaran Rp 2 triliun per tahunnya akan berasal dari APBN. Saat ini bank peminat penyalur KUR bukan hanya dari bank-bank pemerintah namun bank-bank swasta pun berminat.
"Ada bank swasta yang sudah mengajukan menyalurkan KUR," katanya.
Dikatakannya program bidang kesejahteraan rakyat (Kesra) untuk tahun depan setidaknya telah disiapkan anggaran Rp 55 triliun termasuk untuk dana beras miskin, bantuan operasional sekolah (BOS), Jamkesmas, Program Keluarga Harapan (PKH), dan lain-lain.
"Anggaran bidang Kesra tahun depan Rp 55 triliun, dalam bentuk raskin, BOS dan lainnya, ditambah Rp 20 triliun (KUR) jadi semuanya Rp 75 triliun," imbuh Agung.
Presiden SBY juga mengatakan mengenai upaya program KUR ke depannya, pemerintah akan bertekad untuk melakukan perbaikan mekanisme dan regulasinya termasuk lembaga pelaksananya.
Diantaranya dengan sinergi perbankan swasta dan negara termasuk sinergi dengan lembaga penjaminan.
(hen/dnl)










































