Anggota Badan Anggaran DPR RI Bambang Soesatyo mengatakan tidak mengherankan hal ini terjadi mengingat Wakil Presiden RI Boediono merupakan sosok yang terkenal sebagai pembuat paket-paket.
"Boediono dikenal sebagai Mr. paket, berbeda dengan wapres yang lalu, sedikit konsep tapi banyak aksi. Ciri khas Pak Boediono banyak membuat konsep, paket-paket itu kerap kali cantik di atas kertas, tapi implementasinya justru bertolak belakang," kata Bambang saat dihubungi detikFinance Jumat (6/11/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira kabinet sekarang jangan hanya seperti kabinet paket, tapi harus penuh dengan program aksi nyata," katanya.
Selain mengarah menjadi kabinet paket, kabinet Indonesia bersatu kedua (KIB II), mulai mengarah menjadi kabinet yang penuh banyak koordinasi sana sini, yang belum tentu implementasinya bisa jalan.
Menteri Perindustrian MS Hidayat menegaskan yang menjadi perbedaan mendasar dari KIB I dan KIB II adalah masalah koordinasi, dimana setiap langkah pemerintah selalu diutamakan dilakukan koordinasi sebelum menjalankan program.
"Misi yang saya terima, yaitu koordinasi dengan menteri yang lain, berbeda dengan kabinet yang pertama (KIB I), policy-nya tidak match," kata Hidayat hari ini dikantornya.
Setidaknya ada beberapa paket cetak biru yang akan disiapkan pemerintah selama 100 hari kedepan yaitu bidang kelistrikan, ketahanan pangan, revitalisasi pabrik pupuk, infrastruktur dan lain-lain. Meskipun patut diakui dibidang ekonomi Menko Perekonomian telah menyiapkan 19 program yang terdiri dari 53 rencana aksi nyata selama 100 hari pemerintahan.
(hen/dro)











































