Deputi Bidang Neraca Dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Slamet Sutomo mengatakan, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2009 dibandingkan kuartal III-2008 (q to q) tercatat tumbuh 3,87%, dengan nilai PDB dari Rp 540,4 triliun di kuartal II-2009 menjadi RP 561,3 triliun di kuaertal III-2009.
"Pertumbuhan 3,87% di kuartal III-2009 terbesar disumbangkan sektor pertanian dengan kontribusi 1,03%, kemudian sektor bangunan 0,35%, dan pengangkutan 0,45%," ujar Slamet dalam jumpa pers di kantor BPS, Jalan DR Sutomo, Jakarta, Selasa (10/11/2009).
Sementara itu, besaran laju pertumbuhan ekonomi pada periode Januari-September 2009 tercatat sebesar 4,23% dibandingkan Januari-September 2008. Nilai nominal PDB juga meningkat pada periode tersebut menjadi Rp 1452,5 triliun, dari periode Januari-Juni 2009 Rp 1375,1 triliun.
Dari sisi pengeluaran atau ekspenditur, yang mendorong laju pertumbuhan ekonomi ini adalah konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,75% atau memiliki kontribusi 63% dari total pertumbuhan ekonomi. Ekspor masih tumbuh negatif 8,24% dan impor negatif 18,31%.
"Ekonomi kita masih di-drive oleh konsumsi rumah tangga karena ada puasa dan Lebaran, serta tahun ajaran baru, katanya.
(dnl/qom)











































