Menneg BUMN Mustafa Abubakar mengakui masalah krisis listrik di Jakarta ini memang sudah dalam tahap mengganggu kenyamanan masyarakat dan industri.
"Kami dari pemerintah dan atas nama pemerintah, saya meminta maaf kepada masyarakat atas krisis ini, karena memang upaya sudah dilakukan maksimal terhadap kenyamanan masyarakat termasuk industri," ujarnya ketika ditemui di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (10/11/2009).
Dalam kesempatan tersebut, Mustafa meminta masyarakat untuk ikut mengawasi tindakan-tindakan pencurian listrik yang kerap kali terjadi di masyarakat serta meminta masyarakat untuk meningkatkan perilaku hemat listrik.
"Mari kita berhemat listrik di rumah, di kantor, di tempat-tempat umum lainnya. Khusus untuk jajaran PLN, kami minta jajaran PLN lebih tanggap merespon sdan action. Kepada jajaran PLN di lapangan diminta untuk standby dan waspada," tegasnya. (dnl/qom)











































