Hal ini disampaikan Vice Presiden Communication PT Pertamina (Persero), Basuki Trikora Putra dalam pesan singkatnya kepada detikFinance, Selasa (10/11/2009).
"Pertamina akan melakukan pembayaran atas 500.000 barel minyak mentah sambil menunggu ketentuan-ketentuan dan kelengkapan administrasi yang ditetapkan," ujar Basuki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Kepala BP Migas R Priyono menyatakan minyak mentah sebanyak 500.000 barel itu sudah dideliver dari MCL sejak September, namun belum dibayar oleh Pertamina.
"MCL mengeluhkan soal itu," kata Priyono dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/11/2009).
Priyono menjelaskan BUMN Migas tersebut telah bersedia untuk menerima minyak mentah dari blok Cepu sekitar 14.000 bph dan saat ini sedang dilakukan usaha untuk meningkatkan kemampuan alir pipa dari Mudi ke CFSO Cinta Natomas dengan menggunakan chemical (drag reducer) dengan harapan bisa meningkatkan kapasitas sehingga dari Banyu Urip (salah satu sumur di Blok Cepu) bisa dialirkan hingga 14 ribu barel per hari.
"Dimana saat ini sudah bisa dialirkan 12 ribu bph," ungkapnya.
Sementara itu, kilang milik Tri Wahana Utama (TWU) selaku pembeli lainnya, baru bisa menerima minyak mentah secara penuh sebanyak 6.000 bph pada pertengahan Desember 2009.
"Saat ini sedang dilakukan commissioning ulang akibat insiden yang terjadi beberapa minggu lalu," jelasnya.
Priyono menambahkan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar seluruh produksi minyak mentah dari Banyu Urip, Mudi, Sukowati dan sekitarnya.
(epi/qom)











































