Defisit APBN Baru Capai Rp 42,7 Triliun

Per 31 Oktober 2009

Defisit APBN Baru Capai Rp 42,7 Triliun

- detikFinance
Selasa, 10 Nov 2009 19:24 WIB
Defisit APBN Baru Capai Rp 42,7 Triliun
Jakarta - Sampai dengan akhir Oktober 2009, defisit anggaran pemerintah baru mencapai Rp 42,7 triliun atau jauh di bawah target APBN-P 2009 yang sebesar Rp 129,8 triliun.

Demikian disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/11/2009).

"Penerimaan pajak baru mencapai Rp 427,8 triliun atau masih di bawah target yaitu baru 90,5% dari target. Ini karena sektor usaha mengalami penurunan tajam, industri pengolahan kondisinya stagnan dari sisi PPh sektoralnya. Perhotelan pertumbuhannya tidak terlalu meningkat, peningkatan tertinggi di sektor keuangan dan jasa," tuturnya.

Kemudian untuk penerimaan bea dan cukai sampai akhir Oktober 2009 mencapai Rp 61,7 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp 147,2 triliun.

Sementara untuk belanja negara sampai dengan Oktober 2009 baru mencapai 95% atau sekitar Rp 955-960 triliun.

"Dengan hasil ini maka defisit APBN-P 2009 sampai akhir tahiun bisa capai Rp 116-128 triliun atau lebih rendah dari target pemerintah Rp 129,8 triliun. Sehingga defisit anggaran akan berada pada kisaran 2,3-2,4% dari target awal 2,2-2,4%," paparnya.

Dalam kesempatan, Sri Mulyani menyampaikan realisasi asumsi APBN per Oktober 2009, asumsi tersebut adalah:

  • Pertumbuhan Ekonomi 4,2% dari target APBN-P 2009 4,3%
  • Inflasi 2,6% dari target APBN-P 2009 4,5%
  • SBI 3 bulan 7,8 dari target APBN-P 2009 7,5%
  • Nilai Tukar Rp 10.597/US$ dari target APBN-P 2009 Rp 10.500/US$
  • ICP US$ 56,8 per barel dari target APBN-P 2009 US$ 61 per barel
  • Lifting 946 ribu bph dari target APBN-P 2009 960 ribu bph
(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads