Demikian disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja dengan Komisi XI di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (10/11/2009).
"Indonesia masih tumbuh positf pada level di atas 4 persen. Dari hal tersebut, Indonesia dipandang sebagai negara penetralisir krisis global dalam pertemuan G-20 dua hari lalu," ujar Sri Mulyani.
Dari pertemuan G-20 tersebut, Sri Mulyani memaparkan beberapa risiko perekonomian global yang masih terjadi saat ini.
"Yang pertama yakni tingkat pengangguran dunia tahun 2009 mencapai kisaran 6,5% atau meningkat tajam dibandingkan awal 2008 sebesar 5,4%," ungkapnya.
Dari anggaran, pembengkakan defisit menjadi salah satu risiko akibat krisis ekonomi global yang terjadi.
"Utang pemerintah negara maju juga meningkat dan diperkirakan akan mencapai lebih dari 100 persen GDP di 2009. Di Jepang saja hampir 200 persen dari GDP. Rata-rata besaran utang sama dengan GDP-nya. Tetapi di Indonesia sendiri rasio utang terhadap GDP kita ada di kisaran 32 persen," papar Sri Mulyani.
Pembengkakan utang ini terjadi karena banyak negara-negara terus menerbitkan surat utang guna membiayai dampak krisis, baik itu untuk bailout atau penyelamatan sektor keuangan maupun untuk biaya stimulus fiskal. "Di Amerika sendiri penerbitan surat utang naik dari US$ 1,1 triliun ke US$ 1,4 triliun," jelasnya.
Ditambahkannya, negara-negara maju juga melakukan kebijakan moneter yang ekspansif. Salah satunya dengan melakukan penurunan suku bunga dan pencetakan uang yang juga menyebabkan potensi inflasi melonjak.
"Dalam sejarah perekonomian global, inilah masa terberat. Dunia mengalami kontraksi minus 1,1 persen dan harapannya tahun depan hanya tumbuh menjadi 3,1 persen," ungkapnya.
G-20 dikatakan Sri Mulyani terus melakukan pertemuan sampai tiga kali di tingkat para pemimpin dunia.
Hal ini bertujuan untuk menghilangkan kepanikan global dan mengembalikan kepercayaan global. "Serta mulai melakukan koordinasi untuk menetralisir kontraksi ekonomi. Pertemuan G-20 tahun depan masih akan dilakukan 2 kali lagi," pungkasnya.
(dru/dnl)










































