Demikian hal itu dikemukakan oleh Direktur Operasi Jawa-Bali PLN Murtaqi Syamsuddin di Kantor Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (10/11/2009) malam.
"Kita sedang membicarakan untuk menambah lagi listrik dari Argo Pantes. Ini masih tahap negosiasi," ujarnya.
Sebelumnya, BUMN listrik itu sudah membeli excess power dari Argo Pantes sebesar 2 MW. Tambahan sebanyak 2 MW berikutnya dilakukan karena dinilai tambahan listrik untuk wilayah Jabodetabek masih kurang memadai.
Listrik tambahan itu diperkirakan mengalir selama dua bulan, sama seperti yang sebelumnya. Namun, ia mengatakan, jangka waktu tersebut masih bisa diperpanjang sesuai negosiasi.
Mengenai harga beli, ia mengaku saat ini masih dalam tahap negosiasi. Tapi ia mensinyalir harganya tidak akan jauh berbeda dengan pembelian listrik yang sebelumnya.
"Harga persisnya belum tahu, mungkin sama dengan yang sebelumnya," ujarnya.
Pemadaman bergilir yang melanda Jabodetabek terjadi akibat kebakaran trafo di Gardu Induk Cawang beberapa waktu lalu. Saat ini perusahaan negara itu sedang berupaya mengaktifkan kembali trafo pengganti di tempat tersebut.
Trafo pengganti serta berbagai peralatannya sudah didatangkan ke Gardu Induk Cawang dan saat ini memasuki proses perakitan. PLN memperkirakan trafo baru tersebut bisa mulai beroperasi di pertengahan Desember nanti.
(epi/qom)










































