Bayu Krisnamurthi Rangkap Jabatan, Tapi Tidak Rangkap Gaji

Bayu Krisnamurthi Rangkap Jabatan, Tapi Tidak Rangkap Gaji

- detikFinance
Rabu, 11 Nov 2009 12:25 WIB
Bayu Krisnamurthi Rangkap Jabatan, Tapi Tidak Rangkap Gaji
Jakarta - Walau sudah dilantik menjadi Wakil Menteri Pertanian yang baru, Bayu Krisnamurthi masih tetap membantu sebagai deputi Menko Perekonomian hingga ada yang menggantikan jabatannya sebagai Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan. Meskipun begitu, Bayu mengakui dirinya tidak mendapatkan gaji rangkap.

Hal ini disampaikan Bayu saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (11/11/2009) seusai dilantik di Istana Merdeka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Gajinya tidak dobel, " ungkap Bayu singkat.

Bayu menjelaskan selain dirinya masih ikut dalam mengkoordinasikan program 100 hari dengan Menko Perekonomian, dia juga mulai membantu program 100 hari di Departemen Pertanian.

"Di Menko kan koordinir program 100 hari, kalau tidak ada yang bantu, sampai ada yang menggantikan," ujar Bayu.

Bayu yang sampai sekarang belum bertemu dengan Menteri Pertanian Suswono menegaskan Wakil Menteri itu bukan Menteri Muda karena tidak ada 2 menteri dalam 1 departemen.

Wakil menteri itu, tambah Bayu, hanya membantu Menteri menangani urusan dalam negeri jika Menteri harus ke luar negeri. Namun, yang bertanggung jawab tetap menteri. Wakil menteri, ujar Bayu, tidak memiliki kewenangan untuk memutuskan suatu kebijakan. Namun, jika sudah mendapat izin dari Menteri maka Wakil Menteri bisa menjalankan wewenang yang diberikan.

"Wakil Menteri itu membantu Menteri, jadi bukan Menteri Muda, tidak ada dua menteri, kita hanya bantu, karena menterinya harus keluar negeri, karena konteksnya begitu," tegas Bayu.

Di Departemen Pertanian, Bayu menjelaskan dirinya akan mengkoordinasi dan mensinkronisasi sektor pertanian dan sektor lain. Selain itu, Bayu tetap menargetkan swasembada pangan.

"Secara khusus, karena saya sebelumnya Deputi Menko, hal yang bisa saya bantu, bagaimana mengoordinasi pertanian dengan sektor lain supaya sinkron. Target swasembada, beras dan jagung, juga untuk gula, daging, dan kedelai," jelas Bayu.
(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads