Demikian disampaikan oleh Head Of Research and Consultantcy Procon dalam Property Market Outlook 2010 oleh Procon Savills di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (11/11/2009).
"Kenaikan penjualan tersebut dikarenakan sebesar 42% dari pasokan baru telah diserap pasar (terjual) dan daerah Bogor sendiri menyerap sekitar 35 % dari penjualan pasokan baru," ujar Utami.
Kemudian Utami menambahkan selain dari keyakinan konsumen/pembeli yang menguat seiring dengan membaiknya ekonomi, suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) yang rendah dan stabil juga berdampak positif terhadap bunga pinjaman KPR.
"Pada kuartal-III, pasokan kumulatif mencapai 346.300 unit dengan Tangerang sebagai penyumbang terbesar yaitu sekitar 42 %. Pasokan baru pada kuartal ini sebesar 3.820 unit atau naik 80 % dibandingkan kuartal sebelumnya," tuturnya.
Utami juga mengatakan, pasokan baru tersebut didominasi oleh kelas menengah dan sebagian besar berasal dari area Bekasi (44%) dan Bogor (23%).
Kinerja pasar residensial, lanjut Utami, diperkirakan akan tetap membaik yang akan tercermin pada kenaikan pasokan penjualan. "Sekitar 1.500 unit rumah akan dipasarkan pada akhir kuartal 2009. Lebih rendah dari kuartal III, karena adanya masa pemasaran yang cukup pendek," ungkapnya.
Pertumbuhan ekonomi ke depan masih ditopang oleh konsumsi dalam negeri dalam negeri yang menguat. Untuk itu Utami menekankan sebagai referensi pertumbuhan di sektor bangunan akan mencapai 6,1%-6,2 % pada tahun 2009.
Selain itu, meningkatnya tingkat kepercayaan bisnis juga telah mendorong semakin aktifnya aktivitas penyewaan ruang perkantoran di CDB Jakarta.
"Tambahan pasokan baru di Kuartal III-2009 mencapai 110.700m2. Berasal dari selesainya dua gedung baru yaitu Cyber II di Kuningan dan The Plaza di Thamrin," jelasnya.
Sedangkan dari pasar ritel di daerah Jakarta dan sekitarnya mencapai 76,5 % turun 1,5 % dari kuartal sebelumnya. "Untuk total pasokan kondominium di Jakarta pada kuartal III-2009 tercatat sebesar 96,9 % dengan total unit yang belum terjual sebesar 2.240 unit," katanya.
Ia menambahkan, untuk kuartal IV-2009 hingga tahun 2011 jumlah pasokan kondominium tercatat sebesar 9.580 dengan kontribusi terbesar didominasi oleh segmen menengah sebesar 63% dari unit total yang tersedia.
(dru/dnl)











































