Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua Kadin Bidang Distribusi dan Perdagangan Benny Soetrisno saat ditemui di Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Rabu (11/11/2009).
"Wakil menteri jangan hanya jadi ban serep harus berbagi tugas menterinya agar lebih fokus. Jadi fleksibel saja berbagi tugas pada menterinya," tegas Benny.
Benny menambahkan posisi Wakil Menteri yang berasal dari kalangan teknis dengan latar belakang PNS justru menguntungkan karena sudah memiliki pengalaman. Bahkan posisi Wakil Menteri berpeluang kuat bisa mengambil keputusan tanpa harus memperpanjang rantai birokrasi.
"Subtansinya dia harus bisa mengambil keputusan, jangan menunggu keputusan dari Menteri, misalnya jika diminta mewakili rapat di DPR," katanya.
Mengenai kemungkinan terjadinya persaingan antara Menteri dan Wakil Menteri, Benny berpendapat hal itu sangat kecil terjadi. Mengingat kinerja yang dilihat dari dua orang itu adalah dari sisi departemen oleh Presiden.
"Saya rasa untuk bersaing nggak ada gunanya buat apa?, karena kan nantinya rapor-nya adalah rapor departemen," katanya.
Sementara itu anggota DPR dari Partai Golkar Natsir Mansyur yang juga seorang pengusaha mengatakan kelima Wakil Menteri yang dilantik tadi pagi, khususnya Wakil Menperin dan Wakil Mendag harus dekat dengan sektor riil.
Ia mencontohkan Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar sudah seharusnya fokus membenahi perdagangan dalam negeri, untuk membantu Mendag. Mengingat selama ini terkesan sektor perdagangan dalam negeri belum tergarap secara maksimal.
"Para Wakil Menteri itu harus friendly dengan sektor riil," serunya.
Natsir juga berpendapat terpilihanya wakil-wakil menteri ini masih erat dengan kepentingan politik pemerintah. Meskipun ia mengakui wakil-wakil menteri yang terpilih berasal dari orang-orang karier yang sudah berpengalaman.
"Kalau kaitannya dengan adanya kepentingan politik, iya," ucapnya mengakui. (hen/dnl)











































