BI: Pertumbuhan Ekonomi 2009 Capai 4,2%

BI: Pertumbuhan Ekonomi 2009 Capai 4,2%

- detikFinance
Kamis, 12 Nov 2009 12:50 WIB
BI: Pertumbuhan Ekonomi 2009 Capai 4,2%
Jakarta - Bank Indonesia (BI) memperoyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2009 ini mencapai 4,2% atau lebih rendah dari proyeksi pemerintah dalam APBN-P 2009 yang sebesar 4,3%.

Demikian disampaikan oleh Pjs Gubernur BI Darmin Nasution dalam rapat dengan Komisi XI DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/11/2009).

"Krisis keuangan global memaksa perekonomian tumbuh rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, namun ada 3 negara yang pertumbuhan ekonominya positif yaitu China, India, dan Indonesia. Di Indonesia kami targetkan pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 4,2%," tuturnya.

Darmin mengatakan, masih tingginya pertumbuhan pengeluaran konsumsi masyarakat yang tetap tumbuh tinggi dan terjadinya inflasi pada tingkat rendah menjadi penopang utama pertumbuhan perekonomian di Indonesia.

Selain itu, Darmin mengatakan, BI juga memperkirakan inflasi 2009 akan berada di bawah 4% atau paling rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. "Normalnya 5%, tapi tahun ini bisa di bawah 4%," imbuhnya.

Pertumbuhan investasi juga bisa lebih tinggi yang ditopang oleh pengeluaran pemerintah yang menurut Darmin bisa diserap agak tepat waktu. "Biasanya penyerapan APBN itu di bulan-bulan terakhir, tapi sekarang kelihatannya pengeluaran pemerintah sesuai dengan rancangan APBN," jelasnya.

Membaiknya kondisi perekonomian regional serta tingkat perdagangan global yang mulai pulih di kawasan Asia, mendorong kinerja ekspor membaik kembali.

"Dengan membaiknya ekspor dan aliran modal asing yang terus berlangsung berpotensi mendorong kinerja neraca pembayaran indonesia pada triwulan IV-2009 yang diperkirakan tetap surplus," katanya.

Perkembangan tersebut membuat posisi cadangan devisa pada akhir Oktober 2009 mencapai US$ 64,5 miliar. "Membaiknya fundamental eksternal berkontribusi terhadap penguatan nilai tukar rupiah selama Oktober 2009," jelasnya.
(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads