Listrik Jakarta Harus Pulih 1 Desember, Taruhannya Jabatan Bos PLN

Listrik Jakarta Harus Pulih 1 Desember, Taruhannya Jabatan Bos PLN

- detikFinance
Kamis, 12 Nov 2009 13:10 WIB
Listrik Jakarta Harus Pulih 1 Desember, Taruhannya Jabatan Bos PLN
Jakarta - Menneg BUMN Mustafa Abubakar mengaku tidak segan-segan memberikan sanksi termasuk penurunan pangkat bagi direksi PLN dan jajarannya yang tidak mampu memenuhi target-target yang ditetapkan dalam rangka pemulihan krisis listrik Jakarta.

Namun bagi jajaran PLN termasuk direksi yang mampu mencapai target dijanjikan pemberian bonus.
 
"Ini taruhannya jabatan, pokoknya 1 Desember Jakarta bagian barat tidak ada lagi pemadaman," ancam Mustafa saat menanyakan proses perbaikan gardu Kembangan, Jakarta Barat.

Ia menyampaikan hal tersebut disela-sela acara kunjungan di gardu Cawang, Jakarta Timur, Kamis (12/11/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, soal pencopotan direksi dan jajaran PLN, Mustafa belum bepikir ke arah tersebut. Saat ini, lanjut, dia pihaknya masih membenahi krisis litrik di Jakarta dan sekitarnya di tingkat lapangan.
 
"Sudah ada ultimatum, semuanya ada batas waktunya, kalau bisa capai target ada bonus kenaikan pangkat instimewa. Tapi kalau tidak, maka ada sanksi, penurunan pangkat, penundaan. Kita lihat sampai akhir tahun ini kita lihat," katanya.
 
Sementara itu General Manager PLN Jakarta Raya dan Tangerang Purnomo Willy mengatakan, ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai target-target yang ditetapkan Menneg BUMN.
 
Diantaranya menjamin tidak adanya pemadaman listrik di kawasan Jakarta Barat per 1 Desember sejalan perbaikan gardu Kembangan, Pemasangan 200 load controller di rumah-rumah mewah hingga 22 November 2009 dan lain-lain.
 
"Kita usakan sampai titik darah penghabisan," ucap Willy
 
Sedangkan Direktur Jawa-Bali PLN Murtaqi Syamsudin mengatakan di level nasional, ia bertangung jawab dalam masalah penambahan daya dari pembelian listrik ke pembangkit listrik swasta lainnya seperti penambahan daya 37 MW pada tanggal 20 November 2009 yang berasal dari Bekasi Power.
 
Selama ini pembelian listrik untuk mengatasi krisis listrik di Jakarta telah dilakukan diantaranya pada tanggal 2 November sebesar 2 MW dari Argo Pantes Bekasi. Termasuk 50 MW dari PT Cikarang Listrindo, yang biasanya hanya disuplai 20 MW. Sedangkan untuk Agro Pantes Tangerang akan memberikan tambahan daya sebesar 4 MW mulai 1 Desember 2009.
 
"Untuk kontrak sementara dilakukan selama 2 bulan," jelas Murtaqi.

(hen/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads