Utang itu terdiri dari pinjaman US$ 65,42 miliar dan surat berharga US$ 100,33 miliar. Dengan menggunakan PDB Indonesia yang sebesar Rp 5.401 triliun, maka rasio utang Indonesia tercatat sebesar 30%.
Demikian data yang dirilis Ditjen Pengelolaan Utang Depkeu, Jumat (12/11/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara rincian pinjaman yang diperoleh pemerintah pusat hingga akhir September 2009 adalah:
- Bilateral : US$ 43,15 miliar
- Multilateral: US$ 20 miliar
- Komersial : US$ 2,2 miliar
- Supplier : US$ 80 juta.
Secara jumlah utang Indonesia memang meningkat dari tahun ke tahun, namun secara rasio utang terhadap PDB
memang menunjukkan. Hal itu sejalan dengan terus meningkatnya PDB Indonesia.
Berikut catatan utang pemerintah pusat sejak tahun 2000 berikut rasio utangnya terhadap PDB:
- Tahun 2000: Rp 1.234,28 triliun (89%)
- Tahun 2001: Rp 1.273,18 triliun (77%)
- Tahun 2002: Rp 1.225,15 triliun (67%)
- Tahun 2003: Rp 1.232,04 triliun (61%)
- Tahun 2004: Rp 1.299,50 triliun (57%)
- Tahun 2005: Rp 1.313,29 triliun (47%)
- Tahun 2006: Rp 1.302,16 triliun (39%)
- Tahun 2007: Rp 1.389,41 triliun (35%)
- Tahun 2008: Rp 1.636,74 triliun (33%)
- September 2009: Rp 1.604,69 triliun (30%).
(qom/qom)











































