"Salah satu cara yang bisa diambil yaitu pemerintah alokasikan gas, BBM dan batubara untuk PLN sebelum itu semua diekspor," ujar Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi saat berbincang dengan detikFinance, Jumat (13/11/2009).
Tulus menilai, kenaikan TDL memang tidak dapat dihindari karena subsidi yang diberikan pemerintah memang tidak dapat mencukupi biaya produksi listrik yang dikeluarkan BUMN listrik tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengumpamakan angkutan umum. Saat pemerintah mengumumkan harga BBM naik, angkutan umum pasti akan langsung menaikan tarif untuk menyesuaikan kenaikan tersebut.
"Tapi PLN kan tidak. Di satu sisi harga beli BBM naik, tapi harga jual listriknya diikat. Seharusnya PLN memperoleh harga khusus untuk pembelian bahan bakarnya," ungkap Tulus.
Ia menambahkan, kalaupun TDL dinaikan, ia meminta kepada PLN agar kenaikan itu disertai dengan peningkatan mutu pelayanan kepada pelanggan.
"Tapi saya yakin, tanpa diminta, itu akan mempengaruhi mutu pelayanan," tandasnya.
(epi/qom)











































