Hal ini disampaikan Menneg BUMN Mustafa Abubakar seusai rapat dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menneg ESDM Darwin Saleh, dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa di Gedung Depkeu, Jakarta, Senin (16/11/2009) malam.
"Kita harapkan pada hari Rabu, paling telat Jumat ini sudah ada pertemuan lanjut antara Pemda dengan Antam difasilitasi oleh eselon satu masing-masing kementerian," jelas Abu Bakar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka mulai Rabu kita minta berunding. Kita harapkan, Jumat kita sudah terima hasilnya, sehingga batas akhir 23 November mudah-mudahan sudah final," jelas Mustafa.
Mustafa mengungkapkan sampai saat ini keputusan masih seperti kemarin. Di mana pembagiannya 50:50 dengan dua konsorsium. Namun, kemudian Antam menginginkan untuk stand alone.
"Seperti kemarin, yang kita baca masih menghendaki 50:50 persen, dengan dua konsorsium, jadi stand alone. Dari yang 31 persen, jadi mereka punya 15,5:15,5 dan stand alone. itu posisi Antam. Jadi nanti akan coba dicari titik temu," tegas Mustafa.
Seperti diketahui, Antam secara resmi mengumumkan mundurnya BUMN tersebut dari divestasi PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Antam tidak berhasil mencapai kesepakatan dengan Pemda NTB selaku pemimpin konsorsium pembeli saham divestasi Newmont.
Antam mengaku telah melakukan perundingan dengan Pemda NTB selaku lead konsorsium untuk pembelian saham divestasi tahun 2006-2010 sebanyak 31%. Dalam negosiasinya, Pemda NTB menawarkan jatah Pemda NTB sebanyak 25% (dari total jatah divestasi 31%), sementara 75% sisanya dibagi untuk Antam 37,5% dan Multicapital 37,5%.
Sementara berdasarkan kajian strategi bisnis Antam, BUMN tersebut mengajukan skema pembelian minimal 15,5% atau 50% dari keseluruhan jatah divestasi 2006-2010 yang sebanyak 31%.
Untuk divestasi 10% Antam sendiri kemarin telah diselesaikan oleh Pemda NTB dibantu oleh anak usaha Bakrie Capital dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dengan harga US$ 391 juta.
(nia/qom)










































