Hal ini disampaikan oleh Dirjen Bea dan Cukai Anwar Suprijadi seusai konferensi pers di Kantor Pusat Bea Cukai, Rawamangun, Jakarta, Selasa (17/11/2009).
"Program 100 hari kita mendukung dari Departemen Perhubungan untuk membuka pelabuhan 24 jam sehari dan seminggu 7 hari. Dan ini berarti kan Kantor Bea Cukai harus buka," jelas Anwar.
Anwar menyebutkan keempat pelabuhan yang siap menjalankan program 100 hari Presiden SBY dan Kabinet Indonesia Bersatu jilid II ini adalah Tanjung Priok, Tanjung Perak, Pelabuhan Makassar, dan Pelabuhan Belawan.
Menurut Anwar, operasional pelabuhan 24 jam ini masih menunggu persetujuan dan peraturan Menteri Keuangan. Untuk urusan mekanisme akan diserahkan pada Departemen Perhubungan.
"Pada prinsipnya PMK (Peraturan Menteri Keuangan) pembukaan ini sudah diusulkan ke Menteri Keuangan, tapi kami masih menunggu peraturan. Kalau urusan yang lain seperti pelabuhan, TPS, transportasi ini juga ditangani oleh Departemen Perhubungan," ujar Anwar.
Anwar menyatakan tenaga yang ada di tubuh Bea dan Cukai saat ini masih cukup untuk pelayanan 24 jam setiap hari di 4 pelabuhan tersebut. Namun, memang dibutuhkan SDM tambahan untuk pelayanan di seluruh kantor Bea Cukai di Indonesia.
"Kalau hanya di 4 kantor, kita cukup dengan SDM yang ada dan dana yang ada. Tapi kita membutuhkan SDM, 500 tenaga baru sedang kita proses di Diklat dari lulusan D1," jelas Anwar.
(nia/dnl)











































