"Balai industri, saya kira yah (revitalisasi)," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat saat ditemui di sela-sela acara pameran hasil Litbang, Gedung Departemen Perindustrian, Jakarta, Selasa (17/11/2009).
Hidayat menjelaskan, nantinya semua balai besar dan riset harus mengacu pada sistem korporasi yang mengedepankan pada aspek efisiensi kinerja.
Bahkan ia tidak segan-segan akan melakukan likuidasi terhadap balai besar dan riset yang dimiliki Depperin jika tidak efisien.
"Kalau tidak efisien ya kita likuidasi," kata Hidayat.
Hasil Litbang Pemerintah Belum Dilirik Industri
MS Hidayat juga mengatakan sektor industri swasta sampai saat ini belum banyak memanfaatkan hasil litbang yang dikembangkan oleh pemerintah. Hal ini tidak terlepas dari belum sinerginya hasil litbang pemerintah dengan swasta.
"Kami menyadari kalau kalangan industri masih merasa enggan untuk melibatkan pemerintah dalam aktivitas litbang mereka," ucapnya.
Dikatakannya sampai saat ini pihaknya merasakan hubungan kerja yang belum terjalin antara lembaga litbang pemerintah dengan industri. Padahal, kata dia, seharusnya industri sebagai mediator antara lembaga litbang pemerintah dengan konsumen.
"Tanpa hubungan yang sinkron dan kesinambungan, maka tidak akan tercipta produk-produk yang berkualitas dan inovatif," terang Hidayat.
Padahal kata dia negara-negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi tinggi di dunia ini seperti China dan India mengedepankan aspek teknologi yang berbasis pada inovasi teknologi yang berasal dari riset.
Pameran Hasil Litbang Industri mengambil tema invensi dan inovasi diikuti 48 peserta termasuk balai besar, standarisasi industri dan litbang di seluruh Indonesia yang berlangsung dari tanggal 17-20 November 2009 di Plasa Depperin. Pameran dibagi menjadi beberapa tema yaitu pangan, energi, dan nano teknologi.
"Pameran ini sebagai upaya mempromosikan kemampuan, serta kinerja penelitian dan pengembangan Indonesia, yang dilakukan pemerintah kepada masyarakat luas," jelasnya.
(hen/dnl)










































