Demikian hal itu dikemukakan oleh Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (17/11/2009).
"Mudah-mudahan dalam minggu-minggu ini termasuk persiapan dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) 2010. Paling tidak akhir bulan inilah mudah-mudahan. Kita coba mengusahakan," katanya.
Sebelumnya, pemerintah meminta Kementerian Negara BUMN menarik dividen dari sejumlah perusahaan pelat merah sebesar Rp 1,6 triliun. Dana tersebut akan
digunakan pemerintah untuk menutupi kekurangan APBN-P 2009 akibat realisasi pajak yang tidak sesuai target.
"Angkanya sedang kita pelajari dengan Sesmen, sekaligus peluang menyesuaikan APBN untuk 2010," ungkapnya.
Seperti diketahui, beberapa BUMN telah bersedia untuk menyetor dividen interim tahun ini, salah satunya PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) akan membagi
dividen interim tahun buku 2009 senilai Rp 66,75 per saham.
Selain itu, PT Semen Gresik Tbk (SMGR) juga berencana membagikan dividen interim tahun buku 2009 sebesar Rp 58 per. Tiga bank pelat merah juga berencana menyumbang tambalan APBN-P 2009 itu senilai lebih dari Rp 700 miliar.
"Targetnya segitu, tapi ternyata lebih dari Rp 700 miliar," ujar Deputi Kementerian Negara BUMN Bidang Perbankan dan Jasa Keuangan Parikesit Suprapto di tempat yang sama.
PT Bank Mandiri Tbk akan memberi dividen interim sebesar Rp19,26 per saham, atau setara dengan Rp 269,61 miliar dengan kepemilikan pemerintah 66,79% saham.
Sementara PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) membagikan dividen interim dari laba bersih kuartal ketiga 2009 senilai Rp 45,74 per saham atau dengan kepemilikan pemerintah 56,78% maka dividen yang didapat Rp 320,1 miliar.
Terakhir, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) akan menyetor dividen interim sebesar Rp 9,44 per saham atau total jatah pemerintah sebanyak Rp 320,16 miliar dengan kepemilikan 76,36%.
(ang/dnl)










































