termasuk dalam pengembangan ekonomi kreatif.
"Kita sudah merombak, dimana ada unit-unit yg bertugas untuk mengembangkan ekonomi kreatif baik jasa dan produknya," ujar Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di Alun-alun Grand Indonesia, Jakarta, Selasa (17/11/2009).
Selain itu, Mari juga akan memilih beberapa pilot project untuk mengembangkan ekonomi kreatif seperti animasi dan fashion. "Karena kita lihat untuk fashion pasar dalam negerinya besar, apalagi kalau bisa berkembang hingga ke luar," ungkapnya.
Mari menambahkan, saat ini fashion menjadi kontributor terbesar dalam industri kreatif. Kontribusinya yaitu mencapai 20 hingga 30 persen.
Pemerintah juga telah menyusun cetak biru pengembangan ekonomi kreatif Indonesia hingga tahun 2025, yang disusun berdasarkan pada tren positif dari kontribusi rata-rata PDB industri kreatif selama tahun 2002-2006 sebesar Rp 104 triliun atau 6,3 persen dari nilai PDB nasional.
Dalam kajian yang dilakukan Depdag bersama tim studi, para pelaku usaha dan pemerintah terkait, kontribusi ekonomi kreatif terhadap pembangunan terus menunjukan kenaikan.
Pada tahun 2002-2008, dengan menambahkan kontribusi kreatif di sektor industri pengolahan, khususnya industri kecil dan rumah tangga, kontribusi rata-rata PDM mencapai Rp 139,8 triliun atau 7,8 persen dari total PDB nasional.
Dalam cetak biru industri kreatif 2009-2005, pemerintah menargetkan kontribusi terhadap PDB naik menjadi 9-11 persen dan penyerapan tenaga 8-11 persen di tahun 2025.
Pada tahun 2025 tersebut, jumlah pelaku usaha yang bergerak di sektor industri kreatif ditargetkan meningkat menjadi 7,7 juta perushaan atau naik tiga kali lipat dari posisi 2006.
(epi/dnl)










































