Tidak seperti yang terjadi saat ini, pemadaman sering terjadi dan tidak bisa diprediksi. Pemerintah pun harus turun tangan dalam menjamin pembiayaan pembangkit listrik baru.
"Krisis listrik tentu akan merugikan pengusaha, khususnya sektor menengah kecil. Karena mereka bergantung penuh pada PLN. Tidak punya genset," kata Erwin di Hotel Ritz Calton SCBD Jakarta Selasa (17/11/2009).
Ia menjelaskan, PLN selama ini sangat berkuasa atas pengadaan listrik di Indonesia. Di sisi lain, ketersediaan daya tidak diperhitungkan secara nyata.
"Reformasi birokrasi internal tentu harus diperbaiki. Selama ini memang sudah berjalan, tapi sangat lambat. Butuh penanganan langsung dari pemerintah," jelasnya.
Ditambahkan Erwin, selama ini pembangkit listrik di negeri ini jumlahnya masih sangat kurang. Untuk itulah pemerintah sedianya dapat memberi jaminan kepada PLN, khususnya dalam hal pendanaan atau pembiayaan pembangkit listrik baru.
"Untuk pulau Jawa saya menilai, suplai listrik sudah cukup, apalagi dengan program 10 ribu Megawatt (MW)-nya. Namun bagaimana dengan luar pulau (Jawa). Jumlahnya masih sangat kurang. Padahal banyak potensi usaha yang bisa dikembangkan disana, seperti Riau, Kalimantan," paparnya.
Solusi Jangka Pendek
Padamnya listrik di beberapa daerah, khususnya Jakarta tentu membawa dampak negatif terhadap keberlangsungan dunia usaha. Untuk itu Erwin menyarankan agar pemerintah fokus pada ketersediaan energi gas, dan membuat lebih pembangkit listrik berbasis gas.
"Jangka pendek, pemerintah harus lebih banyak menyediakan energi gas, yang akan digunakan untuk pembangkit listrik. Teknologi ini lebih efisien dan hemat. Proses instalasinya juga cepat, 2-3 bulan selesai, bahkan bisa mobile," imbuhnya.
Erwin menilai, selama ini para produsen gas terlalu fokus pada pemenuhan kebutuhan energi luar negeri, dengan orientasi ekspor. Pemenuhan di dalam negeri sendiri belum maksimal.
"Kita petakan daerah mana saja yang berpotensi menghasilkan gas secara terbuka. Nah, itu kita kelola untuk kebutuhan masing-masing. Mesin kita bisa beli dari luar. Tinggal colok, tentu ini akan mengurangi pengunaan listrik temporer," imbuhnya.
(wep/dnl)











































