Hong Kong Minati Teh Indonesia

Hong Kong Minati Teh Indonesia

- detikFinance
Rabu, 18 Nov 2009 12:34 WIB
Hong Kong Minati Teh Indonesia
Surabaya - Tingginya kebutuhan teh dan hasil pertanian di Hong Kong memberi peluang eksportir Indonesia menjadi pemasok utama. Masyarakat Hong Kong juga menyukai teh Indonesia karena kualitasnya tak kalah dan mirip dengan teh China.

Konsumsi teh masyarakat Hong Kong 1,4 kg per tahun per kapita dengan nilai impor sebesar US$ 50 juta per tahun.

Asisten Direktur Eksekutif Hongkong Trade Development Council (HKTDC) Raymon Yip mengatakan melimpahnya produk pertanian Indonesia memberi peluang untuk menjadi pemasok utama di Hongkong.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun selama ini nilai transaksi perdagangannya ekspor Indonesia ke Hongkong masih kecil. Transaksi perdagangan ekspor dan impor di Hongkong tiap harinya mencapai US$ 1 miliar.

"Hampir semua kebutuhan di Hongkong diimpor. Karena kami tidak memiliki sumber daya alam dan produksi produk pertanian yang sangat dibutuhkan," kata Raymond.

Ia menyampaikan hal tersebut sebelum menghadap asisten III Pemprov Jatim, Chaerul Djaelani di Hotel JW Marriott dalam rangka mengundang pengusaha UMKM Jatim ikut pameran di Hong Kong tahun 2010 di Surabaya, Rabu (18/11/2009).

Indonesia, kata dia, merupakan mitra perdagangan Hongkong yang ke 20 dengan total perdagangan bilateral senilai USD 4.479 (Rp 42 triliun) di tahun 2008, meningkat 15% dari tahun 2007.

Salah satu cara untuk menjadi eksportir dan mendapatkan fasilitas kemudahan dari pemerintah Hongkong dengan ikut dalam pameran perdagangan yang digelar 33 kali dalam setahun. Dari jumlah pameran tersebut, tiga jenis pameran menjadi salah satu yang terbesar di dunia dan lima diantaranya menjadi yang terbesar di Asia.

Potensi besar yang bisa diekspor dari Indonesia yakni produk pertanian, sarang burung walet, ikan kerapu, teh, garmen, perlengkapan rumah tangga dan furniture. Kedekatan demografi dengan Hongkong memberi peluang besar bagi Indonesia khususnya eksportir untuk menjadi pengekspor aneka jenis produk kebutuhan yang
diperlukan Hongkong.

"Beberapa waktu lalu PT Perkebunan Nusantara mengajak 14 produsen teh dari Indonesia pameran di Hongkong. Hasilnya sangat memuaskan karena mendapatkan order tiga kontainer dengan harga lebih tinggi dibandingkan ketika dipasarkan di Jakarta," jelasnya.

Diakui Raymon, salah satu kedekatan jarak Hong Kong dengan daratan China memberi kesempatan usaha lebih besar bagi perusahaan Indonesia. Karena Hong Kong bukan hanya pintu gerbang menuju China, juga menjadi pintu bagi level perdagangan dunia lewat event pameran yang digelar.

Selain teh, aneka jenis hasil pertanian dan perkebunan Indonesia sangat diminati. Sebut saja berbagai jenis mangga yang selama ini dipasok dari Banten. Sementara di sejumlah daerah di Indonesia dikenal menjadi sentra buah mangga yang cukup terkenal. Selain mangga yakni alpokat, jika di Indonesia per kg hanya Rp 10 ribu, sementara di Hong Kong satu buah bisa USD 11.

Sektor lainnya yakni produk garmen. Tahun 2008, Hongkong mengekspor hingga US$ 384 juta atau Rp 2,7 triliun sekitar 13% dari total ekspor bahan rajutan dan katun ke Indonesia. Untuk itu, Hongkong melakukan kerjasama dengan asosiasi perancang busana Indonesia mengajak 55 disainer untuk berpameran di Hong Kong.

"Untuk membantu pengusaha Indonesia menjadi eksportir, Hong Kong menggulirkan paket sponsor senilai US$ 10,3 miliar. Sehingga sangat pembantu pengusaha level menengah ke bawah sekalipun," ujarnya.



(fat/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads