Inggris Beri Bantuan 10 Juta Poundsterling Untuk Program Pengurangan Emisi

Inggris Beri Bantuan 10 Juta Poundsterling Untuk Program Pengurangan Emisi

- detikFinance
Rabu, 18 Nov 2009 14:25 WIB
Inggris Beri Bantuan 10 Juta Poundsterling Untuk Program Pengurangan Emisi
Jakarta - Pemerintah Inggris berkomitmen memberikan bantuan hingga 10 juta poundsterling untuk membantu Indonesia dalam program pengurangan emisi karbon dari 20 persen ke 41 persen.

Hal ini disampaikan Menteri Energi & Perubahan Iklim Inggris Joan Ruddock yang ditemui saat berkunjung ke Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Rabu (18/11/2009).

Menurut Ruddock, dana tersebut akan banyak dialokasikan untuk pembangunan pembangkit listrik hemat energi. "Kita sudah memberi 10 juta pound untuk pengembangan pembangunan Sumber Daya Alam, seperti yang Indonesia butuhkan, seperti pembangkit," jelas Ruddock.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ruddock menambahkan, pihaknya sedang terlibat dalam beberapa kerjasama bersama Departemen ESDM Indonesia untuk membangun carbon captore and storage (penyulingan karbon) agar Indonesia dapat mengurangi emisi yang dihasilkan dari penggunaan batubara. Selain itu, pihaknya juga sedang berdiskusi dengan Indonesia dalam pengembangan kelapa sawit.

"Jadi kan banyak kerjasama di berbagai level yang kita lakukan yang butuh sedikit pendanaan dari Ingrris. Di mana dananya sudah kita siapkan," ujar Ruddock.

Ruddock berharap bisa terus meningkatkan kerjasama dengan Indonesia. Menurutnya, pihaknya siap memberi dana tambahan jika memang Indonesia masih membutuhkan pada saat pelaksanaannya nanti.

"Kita bisa tingkatkan pendanaan. Tidak hanya dari Inggris tapi juga bisa dari komunitas internasional lain," ujar Ruddock.Pada kesempatan yang sama, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, tambahan dana yang bakal dikucurkan Inggris tersebut bisa mengalir jika Indonesia mampu mengurangi emisi karbon dari 26% menjadi 41% hingga tahun 2020.

"Dia menawarkan kalau kita bisa men-cut emisi karbon kita itu hingga 2020 sampai dengan 41% maka Inggris akan beri bantuan, apa saja yang kita perlukan," ujar Hatta.

Pada pertemuan dengan Ruddock itu, Hatta menjelaskan beberapa program pemerintah Indonesia dalam pengurangan emisi karbon. Salah satunya dengan penggunaan energi terbarukan dan mengombinasikan sumber daya alam dan energi.

"Untuk mengurangi emisi karbon, kita mengombinasikan penggunaan energi terbarukan dan juga kita menggunakan energi mix. Ke depan, akan lebih banyak menggunakan energi geothermal untuk listrik dan sebagainya," ujar Hatta.

Selain itu, Hatta menambahkan, program pemerintah untuk mengurangi emisi karbon yang disampaikan kepada Ruddock adalah forest management seperti mencegah penggundulan hutan. (nia/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads