"Membangun sistem informasi dalam produksi pangan yang berkelanjutan, menjaga pergerakan harga dan cadangan pangan global, membuat sistem peringatan dini dan respon cepat terhadap bencana dan konflik," kata Wapiyares Boediono dalam pidato di depan World Food Summit di Roma, Italia, Rabu (18/11/2009) pagi waktu setempat.
Ancaman kelaparan ini memang tengah menjadi persoalan yang serius. Seperti dilansir FAO, sekitar 1 miliar penduduk dunia menghadapi ancaman kelaparan. Apalagi di tengah perubahan iklim, yang tentunya mempengaruhi pola kerja petani tradisional.
"Kita juga harus serius dalam mempersiapkan makanan bagi setiap negara di dunia yang membutuhkan, lebih lagi dalam situasi darurat," terangnya.
RI Siap Hilangkan Hambatan
Dalam kesempatan itu Boediono juga menyampaikan, pemerintah Indonesia siap menghilangkan aturan yang menghambat investasi di bidang pertanian.
"Aturan yang menghambat dalam investasi di bidang pertanian akan dihilangkan," tegas Boediono.
Indonesia juga akan mengoptimalkan potensi geografis di bidang pertanian. "Sehingga nanti bisa membantu memberikan suplai bagi pangan dunia," tutupnya. (ndr/dnl)











































