Purchase Agreement/SPA) 14 persen saham PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT), besok Senin (23/11/2009) di Jakarta.
“Mudah-mudahan besok ditandatangani. Insya Allah,” ujar Bupati Sumbawa Barat Zulkifli Muhadli saat berbincang dengan detikFinance, Minggu (22/11/2009).
Menurut dia, penandatanganan tersebut akan dilaksanakan di Kantor Ditrektorat Jenderal Minerbapabum, Jalan Supomo, Jakarta. Pertemuan antara konsorsium Pemda NTB dan Multicapital dengan Newmont, rencananya akan dimulai sejak pukul 09.00 WIB besok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zulkifli menjelaskan, Multicapital sebagai partner Pemda NTB dalam proses divestasi saham Newmont sudah menyatakan kesiapannya untuk membayar mereka sudah siap membayar lunas 14 persen saham newmont senilai US$ 493,64 juta.
“Waktu pembayarannya itu tergantung besok. Itu nanti dibicarakan lagi. Newmont kasih batas waktu berapa lama kepada kami,” kata Zulkifli.
Terkait adanya klaim dari Pukuafu yang mengaku sudah menjadi pemilik sah tujuh persen saham jatah tahun 2008, Zulkifli menegaskan, hal itu tidak
membuat Pemda NTB dan Multicapital mundur untuk membeli 14 persen saham Newmont jatah 2008 dan 2009 tersebut.
“Kalau mereka membeli itukan harus dengan persetujuan pemerintah. Tidak bisa langsung beli begitu saja,” tandas dia.
Seperti diketahui, Pemerintah dan Newmont sudah sepakat untuk menunda Penandatangan perjanjian jual beli (Sales and Purchase Agreement /SPA) 14
persen divestasi saham Newmont dari tanggal 12 November menjadi 23 November 2009. Keputusan itu diambil karena Newmont meminta surat resmi dari Menteri Keuangan bahwa Konsorsium Pemda NTB dan Multicapital menjadi pembeli 14 persen saham divestasi tersebut.
Menurut Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zainul Madji, surat tersebut diperlukan mengingat adanya keputusan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) untuk
mundur dari konsorsium 14 persen divestasi saham Newmont. Padahal Antam merupakan wakil pemerintah pusat dalam proses divestasi saham Newmont.
(epi/hen)











































