Menurut sumber detikFinance, Minggu (22/11/2009), tiga orang calon kandidat Dirut PLN untuk menggantikan Fahmi Mochtar adalah CEO Jawa Pos Grup dan 2 dari internal PLN. Dua dari internal tersebut adalah dari jajaran direksi PLN saat ini.
Ketiga nama tersebut akan segera diserahkan ke Tim Penilai Akhir (TPA) untuk diambil keputusannya. "Nanti TPA yang memutuskan," jelas sumber tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya belum tahu, saya hanya baca di koran-koran saja. Jadi saya belum bisa berkomentar," ujarnya.
Isu pergantian Dirut PLN terus memanas dalam beberapa pekan terakhir, menyusul krisis listrik yang menyebabkan wilayah Jakarta dan sekitarnya harus sering bergelap-gelap ria. Presiden SBY telah memanggil Direksi PLN terkait krisis ini pada pekan ini.
Dirut PLN Fahmi Mochtar sendiri tampaknya sudah tahu dirinya akan diganti. Dalam kesempatan wawancara dengan wartawan beberapa hari lalu, Fahmi melontarkan sebuah joke tentang masa jabatannya yang mungkin tinggal sebentar lagi.
"Mungkin bulan depan saya nggak perlu diwawancara lagi," ujarnya setengah bercanda di kantor Menko Perekonomian, Kamis (19/11/2009) lalu.
Fahmi Mochtar terpilih sebagai Dirut PLN pada 10 Maret 2008 lalu. Fahmi yang sebelumnya merupakan Plt Direktur Pembangkit dan Energi Primer PLN menjadi Dirut menggantikan Eddie Widiono yang lengser karena sudah habis masa jabatannya dan tak bisa diperpanjang lagi karena sudah 2 periode.
Jajaran Direksi PLN saat ini adalah:
- Dirut: Fahmi Mochtar
- Wakil Dirut: Rudiantara
- Direktur Konstruksi Strategis: Agung Nugroho
- Direktur Jawa-Madura-Bali: Murtaqi Syamsuddin
- Direktur HRD dan Umum: Supriadi Legini
- Direktur Keuangan: Setio Anggoro Dewo
- Direktur Perencanaan dan Teknologi: Bambang Praptono.
Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menilai pergantian dirut PLN bukan hal yang tepat untuk menyelesaikan krisis listrik. Justru yang perlu dilakukan pemerintah sebenarnya melakukan perbaikan regulasi di sektor energi dan kelistrikan, termasuk keuangan PLN.
"Saya beranggapan siapapun yang jadi Dirut tidak akan membuat PLN menjadi lebih baik, kalau hal itu tidak dilakukan," katanya.
Terkait dengan isu pergantian pucuk pimpinan PLN saat ini, Agus menilai hal itu tidak terlepas dari perintah Presiden SBY. Menurut dia, orang yang dipilih untuk memimpin PLN memang sebaiknya orang sudah memahami dan mendalami soal kondisi kelistrikan di Indonesia.
"Saya sempat berbincang dengan beberapa pejabat di ESDM dan BUMN. Menurut mereka rencana pergantian ini sepenuhnya atas perintah Presiden," ungkapnya kepada detikFinance.
Sementara itu Juru Bicara Kepresiden Julian Aldrin Pasha saat dikonfirmasi oleh detikFinance sampai berita ini diturunkan tidak bisa dihubungi alias tak mengangkat telepon.
(qom/qom)











































