"Mereka incar beberapa pembangkit listrik yang clean energy seperti Pembangkit Listrik Panas Bumi dan juga Pembangkit Listrik Tenaga Air," ujar Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi, J Purwono di Gedung Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (24/11/2009).
Purwono menyatakan, saat ini pihak Jepang memang belum menyebutkan secara spesifik proyek-proyek mana saja yang menjadi incaran mereka. Negeri Sakura itu berminat untuk masuk dalam proyek tersebut baik sebagai kontraktor listrik swasta (Independen Power Producer/IPP) atau hanya sekedar menjadi kontraktor yang membangun pembangkit tersebut (Engineering Procurement Contruction/EPC).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jepang memang sudah lama terlibat dalam pembangunan pembangkit di Indonesia. Perusahaan-perusahaan asal Jepang ikut berpartisipasi dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Tanjung Jati B dengan kapasitas 1300 MW, senilai US$ 1,5 miliar, PLTU Paiton dengan investasi US$ 1,2 miliar dan PLTU Cirebon US$ miliar.
"Belum lagi proyek-proyek yang didanai Jepang itukan banyak juga," ungkapnya.
Menurut dia, investasi riil Jepang di sektor kelistrikan di Indonesia, dalam dua hingga tiga tahun ke depan mencapai US$ 3,7 miliar hingga US$ 4 miliar.
"Kalau investasi Jepang yang riil itu 2-3 tahun ke depan itu senilai US$ 3,7 miliar hingga US$ 4 miliar," pungkasnya.
(epi/qom)










































