"Angka tersebut didapatkan berdasarkan hasil study yang dilakukan ADB selama bulan Mei hingga Oktober," ujar Senior Private Sector Development Analyst For East South Asia ADB Madeleine Varkay di sela acara Financing US$ 4 billion Energy Effeciency Solutions In Indonesia , di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (26/11/2009).
Menurut Madeleine, angka US$ 4 milar tersebut berasal dari perkiraan ADB untuk melakukan retrofit dan perbaikan lain guna menghemat energi pada bangunan-bangunan komersial dan fasilitas industri.
Jenis-jenis proyek penghematan energi ini bisa dari modifikasi sistem kelistrikan hingga perbaikan sistem pendingin udara (termasuk mesin pendingin), pencahayaan dan waste heat recovery .
"Kebutuhan investasi untuk melakukan efisiensi energi di sektor comercial building sebesar US$ 1 miliar dan untuk industri sekitar US$ 3 miliar," ungkapnya.
Ia menambahkan, setiap tahunnya ADB menyiapkan dana sebesar US$ 300 juta hingga US$ 400 juta, khusus untuk kegiatan efisiensi energi di Indonesia.
Pada tahun lalu investasi ADB di bidang energi ramah lingkungan mencapai hampir US$ 1,7 miliar, melebihi target ADB US$ 1 miliar.
Berdasarkan kebijaan energi ADB yang baru disetujui oleh Dewan Direktur ADB pada tahun ini, ADB akan meningkatkan targetnya hingga dua kali lipat untuk energi ramah lingkungan hingga US$ setiap tahun mulai tahun 2013.
(epi/dnl)










































