Harga emas yang bisa dikatakan tinggi ini telah bergerak di atas Rp 330 ribu sejak awal November dan berdampak pada banyaknya masyarakat yang menjual emasnya.
Seperti terlihat di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan. Menurut Rendi, salah seorang penjual emas di pasar ini, kenaikan transaksi meningkat sekitar 50% pada awal bulan November dan didominasi dengan pembelian emas. Per hari transaksi bisa mencapai 10 potong.
"Mungkin karena harga lagi naik kali ya, jadi banyak yang jual emas," ujar Rendi saat ditemui di tokonya, Pasa Mayestik, Jakarta, Sabtu (28/11/2009).
Rendi mengakui harga emas beberapa pekan terakhir ini meningkat hingga Idul Adha. Namun, tambah Rendi, entah mengapa harga emas pada hari ini menurun.
Hal serupa juga disampaikan Andri yang berjualan di Pasar Mayestik ini. Penurunan harga emas mencapai Rp 4.000 dalam 1 hari ini.
"Harga sekarang Rp 351 ribu kemarin Rp 355 ribu, turun Rp 4 ribu," keluh Andri.
Pada hari ini harga per troy ounce emas sebesar 1.187. Harga jual emas kuning 24 karat Rp 351 ribu dan putih Rp 275 ribu. Sedangkan harga belinya untuk emas kuning Rp 320 ribu dan emas putih Rp 240 ribu.
Rendi menjelaskan kebanyakan para konsumen membeli cincin emas putih. Hal ini disebabkan warnanya yang tidak terlalu mencolok dan modelnya bagus.
"Orang-orang banyak yang mencari cincin putih, biasanya untuk cincin kawin, sedangkan yang kuning biasanya untuk investasi," jelas Rendi.
(nia/dnl)










































